Share

6 Fakta Jokowi Kunjungi Lokasi Erupsi Semeru, Nomor Terakhir Menyentuh Hati

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 07 Desember 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 337 2513424 6-fakta-jokowi-kunjungi-lokasi-erupsi-semeru-nomor-terakhir-menyentuh-hati-f1yNvPIQM1.jpg Jokowi kunjungi pengungsi erupsi Gunung Semeru. (Foto: Biro Pers Setpres)

LUMAJANG - Peristiwa erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Lumajang. Hari ini (7/12/2021), Presiden Joko Widodo mengunjungi lokasi erupsi Gunung Semeru.

Sejumlah fakta mengenai kunjungan ini sudah kami rangkum sebagai berikut:

1. Didampingi Sejumlah Pejabat

Presiden Jokowi terbang menggunakan helikopter Super Puma TNI AU ke lokasi erupsi Gunung Semeru. Di sana Presiden Jokowi disambut oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

Dalam kunjungan kali in, Presiden Jokowi didampingi oleh sejumlah pejabat, yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Selain itu, ada juga Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

2. Tinjau Infrastruktur

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi ingin melihat secara langsung terkait baik atau tidaknya penanganan darurat bencana.

"Saya datang ke lokasi untuk memastikan bahwa seluruh kekuatan yang kita miliki sudah berada di lapangan untuk pencarian korban yang masih ada, kemudian juga evakuasi," ujar Jokowi melansir kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Dirinya juga melihat serta meninjau infrastruktur yang hancur diterjang guguran awan panas dan material dari Gunung Semeru. Dengan peninjauan langsung, Presiden Jokowi akan membuat rencana perbaikan di sana.

"Dan ini juga kita lihat untuk rencana perbaikan infrastruktur yang rusak akibat letusan gunung Semeru ini," sambungnya.

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, 17 Orang Masih Dinyatakan Hilang

3. Relokasi Ribuan Rumah

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengungkapkan dirinya akan segera memutuskan lokasi pembangunan rumah warga tersebut. Dirinya mendapat kabar terkait keharusan untuk relokasi perumahan warga.

"Tadi saya mendapatkan laporan kurang lebih dua ribu-an rumah yang memang harus direlokasi. Ini segera akan kita putuskan di mana relokasinya dan saat itu juga akan segera kita bangun. Saya kira semuanya sudah siap," paparnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

4. Bagikan Santunan dan Makanan

Di sela-sela kunjungannya, Presiden Jokowi menyempatkan diri untum menemui pengungsi, melihat dapur umum, dan meninjau posko pelayanan kesehatan.

Di sana, dirinya bertemu anak-anak, dan menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal akibat erupsi Gunung Semeru.

Kedatangannya nampak disambut hangat oleh para pengungsi. Presiden Jokowi juga ikut terlibat langsung membagikan makanan kepada pengungsi.

5. Sampaikan Duka Mendalam

Tidak lupa, dirinya menyampaikan rasa duka mendalam terkait peristiwa ini. Duka cita terutama kepada korban meninggal akibat bencana alam ini

"Atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban akibat letusan gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur," ucapnya.

6. Curhatan Warga

Dalam santunannya ke posko korban, Jokowi sempat mendengar curhatan warga secara langsung mengenai peristiwa erupsi yang mereka alami. Warga tersebut menceritakan kronologi terkait meletusnya Gunung Semeru.

"Enggak sampai satu menit itu Pak, langsung gelap. Sebelumnya ada pemberitahuan memang, 25 getarannya katanya dari pusat pemantauan," ujar seorang warga.

"Ada pemberitahuan, di HP sudah ada. Cuma dikira kecil Pak, dikira banjir kecil. 25 getarannya kecil biasanya. Nanti ada susulan yang lebih besar biasanya. Kalau pos pantau selalu siaga," lanjutnya.

"Paniknya itu cuma panik abu, abunya itu loh Pak, kan gelap. Posisi jam 3 sore itu kejadian abu vulkanik. Hujan abu dulu, gelap, disusul lahar dingin," timpal seorang warga lainnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini