Share

PPKM Level 3 pada Nataru Dicabut, Moeldoko: Kebijakan Gas-Rem Disesuaikan

Riezky Maulana, iNews · Selasa 07 Desember 2021 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 337 2513287 ppkm-level-3-pada-nataru-dicabut-moeldoko-kebijakan-gas-rem-disesuaikan-ENt97ihmTD.jpg Moeldoko (Foto : KSP)

JAKARTA - Pembatalan penerapan kebijakan PPKM level 3 di semua daerah saat Natal dan Tahun Baru 2022 merupakan kebijakan gas dan rem Presiden Joko Widodo dalam menangani Covid-19. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, pengambilan kebijakan turut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi terkini.

"Kebijakan menginjak gas dan menarik rem idealnya disesuaikan dengan perkembangan data terkini Covid-19. Untuk itu gas dan rem harus dilakukan secara dinamis sesuai dengan perkembangan di hari-hari terakhir," tutur Moeldoko, Selasa (7/12/2021).

Menurut Moeldoko, meskipun PPKM level 3 batal diterapkan di semua daerah saat Nataru, pemerintah tetap akan menerapkan sejumlah pembatasan. Mulai dari kerumunan di tempat terbuka hingga operasional pusat perbelanjaan.

Baca Juga : PPKM Level 3 di Luar Jawa-Bali Tersisa 64 Kabupaten/Kota

"Untuk acara-acara kerumunan masyarakat yang diizinkan maksimal berjumlah maksimal 50 orang, pertandingan olahraga tetap tidak boleh tanpa penonton, dan operasional pusat perbelanjaan, restoran, bioskop juga dibatasi hanya 75 persen," katanya.

Selain itu, sambung dia, pelaku perjalanan jarak jauh wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19. Baik melalui PCR maupun antigen.

"Jadi Presiden satu sisi memberikan kelonggaran, tapi pada sisi yang lain memberikan penekanan atas protokol kesehatan," tuturnya.

Seperti diketahui, Pemerintah telah memutuskan menerapkan kebijakan yang lebih proporsional saat Nataru, yakni tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini. Tetapi dengan beberapa pengetatan.

Keputusan ini didasarkan pada capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen. Vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa-Bali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini