Usai Uji Kompetensi di Polri, Novel Baswedan: Berjalan Lancar, Tinggal Pelantikan

Indra Purnomo, MNC Portal · Selasa 07 Desember 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 337 2513261 usai-uji-kompetensi-di-polri-novel-baswedan-berjalan-lancar-tinggal-pelantikan-ov4V0Co1W0.jpg Novel Baswedan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bersedia menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Polri mengikuti uji kompetensi. Hal itu dilakukan untuk melihat kemampuan mereka.

Uji kompetensi digelar oleh Korps Bhayangkara atau kepolisian. Menurut mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan, proses perekrutan mantan pegawai KPK yang tidak lolos dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) berjalan dengan baik.

"Tadi saya dan kawan-kawan telah melakukan assessment untuk syarat dalam proses untuk menjadi ASN Polri. Alhamdulillah, semua lancar dan saya yakin semua akan berjalan baik," ujarnya di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Polri dan Polisi Selandia Baru Tandatangani Kerjasama Pencegahan dan Pemberantasan Kejahatan Transnasional

Novel menjelaskan, assessment di Polri sama saja dengan assessment yang dilakukan instansi lain. Pada dasarnya semua yang sudah menyatakan diri bersedia menjadi ASN di Polri sudah melakukan tahapan tes assesment.

"Saya kira tahapan assessment yang dilakukan sekarang ini telah selesai semuanya. Dan saya kira tinggal menunggu pelantikan. Saya kira itu saja," ucap Novel.

Pada kesempatan yang sama, mantan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap membeberkan, bahwa Polri selalu memberikan kemudahan bagi mantan pegawai KPK yang direkrut menjadi ASN di Polri. Dia mengatakan, yang dilakukan mantan pegawai KPK yang tak lolos dalam Tes TWK ini merupakan upaya untuk memberantas korupsi di Indonesia.

"Yang jelas bahwa apa yang dilakukan kami pada kesempatan kali ini adalah upaya kami untuk kembali memberantas korupsi di Indonesia. Sehingga kami mau bergabung dengan kepolisian. Apalagi, Pak Kapolri sendiri sudah berkomitmen ya dan tahap-tahap pun sudah kami lakukan, tinggal tahap terakhir yaitu pelantikan," kata Yudi.

Baca Juga: Dari 57 Eks Pegawai KPK, 52 di Antaranya Hadiri Sosialisasi ASN Polri

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, uji kompetensi itu dilakukan usai proses sosialisasi perekrutan 57 mantan pegawai KPK. Dia berujar uji kompetensi tersebut dilakukan untuk memetakan keahlian mantan pegawai KPK.

"Tahap berikutnya akan dilaksanakan kegiatan uji kompetensi atau assessment, uji kompetensi itu sifatnya hanya mapping sesuai kompetensi yang dimiliki oleh pegawai KPK yang akan bergabung sebagai ASN Polri," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/12/2021).

Diketahui, 44 dari 57 mantan pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos dalam Tes TWK setuju untuk direkrut menjadi ASN Polri. Sementara, delapan orang menolak. Sedangkan satu orang meninggal dunia, dan empat lainnya belum memberikan jawaban. Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) Nomor 1.308 Tahun 2021 terkait pengangkatan khusus 57 mantan pegawai KPK tersebut telah terbit.

Pengangkatan khusus itu termaktub dalam Pasal 1 Ayat (5), yang menyatakan bahwa 57 mantan pegawai KPK adalah 56 orang dan satu orang yang pernah sebagai pegawai dinyatakan tidak dapat dialihkan menjadi pegawai ASN di KPK dan dengan Peraturan Kepolisian ini diangkat secara khusus menjadi pegawai ASN Polri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini