Share

Merinding! Pendaki Gunung Salak Berubah Jadi Pocong Akibat Jimat Pesugihan

Tentya Noerani Dewi Richyadie, · Selasa 07 Desember 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 337 2513152 merinding-pendaki-gunung-salak-berubah-jadi-pocong-akibat-jimat-pesugihan-0hshoQRld6.jpg Ilustrasi pocong/ parapsikologi

JAKARTA - Seorang pendaki Gunung Salak secara mengejutkan berubah jadi pocong akibat jimat pesugihan yang bikin bulu kuduk merinding. Dalam postingan akun Twitter @arangga_aria menceritakan kisah mistis pendaki Gunung Salak di Bogor yang berubah menjadi pocong.

Kisah mistis itu berawal dari mantel yang ternyata merupakan jimat pesugihan bapak salah satu pendaki. Pada 2008 ada rombongan pendaki Gunung Salak yang berjumlah 7 orang terdiri dari 4 pria dan 3 perempuan asal Jakarta.

(Baca juga: Misteri Gunung Semeru: Pasak Bumi di Tanah Jawa hingga Pembawa Petaka)

Aria yang saat itu dalam keadaan mendesak dan membutuhkan uang untuk study tour ke Yogyakarta menerima tawaran sebagai pemandu untuk menemani mereka selama 3 hari 4 malam bersama temannya.

 (Baca juga: Mengungkap Misteri Ahool, Kelelawar Raksasa Berkepala Kera Penghuni Gunung Salak)

Mulai dari awal perjalanan mereka sudah diselimuti angin kencang dan terdengar suara-suara binatang yang mencekam hingga akhirnya mantel salah satu pendaki bernama Ririn hilang saat malam kedua di Gunung Salak. Ririn meminta rombongan mencari mantelnya lantaran takut dimarahi bapaknya karena sebenarnya ia tak izin membawa mantel tersebut.

Saat itu, dengan sigap semua orang segera membantu Ririn untuk mencari mantelnya, namun nihil. Akhirnya pencarian diputuskan besok pagi dan mereka memutuskan untuk beristirahat.

Aria merasa dirinya memiliki kewajiban sebagai tour guide untuk menjaga tenda selama yang lainnya tidur. Keberanian itu dia kumpulkan mengingat kejadian sebelumnya di mana Aria melihat mantel Ririn terbang melayang di sekitar tenda, tapi dia berusaha tetap diam.

Tak lama Ririn menemukan mantelnya kembali sesaat dia hendak buang air kecil di sungai karena mantel tersebut secara tiba-tiba ada di sana. Petaka dimulai di malam ketiga, saat semua rombongan berkumpul di luar dan mengelilingi api unggun. Ririn masuk ke dalam tenda untuk memakai mantel dan seketika Ririn langsung berteriak seperti orang kesurupan.

Ririn sadar dan berteriak meminta tolong untuk dilepaskan dari mantel tersebut, tapi tidak bisa terlepas. Seperti pocong, Ririn loncat ke sana kemari sambil menangis minta tolong hingga Ririn menjauh dan menghilang. Menyaksikan pemandangan itu, teman Ririn yang bernama Mita mendadak pingsan.

Semenjak kejadian tersebut, keadaan Ririn saat itu berubah-ubah menjadi dirinya dan terkadang menjadi pocong. Akhirnya pendaki lainnya memutuskan turun gunung dengan tujuan meminta pertolongan.

Singkat cerita, bapak Ririn menghubungi dan langsung menuju lokasi untuk membantu mencari Ririn yang hilang di Gunung Salak karena diusir oleh penunggu Gunung Salak yang tidak mau menerima pocong Ririn karena bukan makhluk halus yang mati.

Selama 7 hari berturut-turut pencarian Ririn dilakukan dan tepat di hari terakhir Ririn ditemukan di atap permukiman warga sambil menangis.

"Gue datang ke kampung itu jam 11 malam. Pocongnya Ririn baru bisa ketangkep sebelum adzan Subuh. Susah juga nangkepnya butuh beberapa orang pinter sama ustaz," tulis Aria dikutip, Selasa (7/12/2021).

Beruntung Ririn ditemukan, sebab mereka memang hanya punya waktu 7 hari mencari Ririn dan membebaskannya sebelum dia meninggal jika terlambat ditemukan. Proses pelepasan mantel dari badan Ririn juga tidak mudah. Berulang kali kain kafan berubah menjadi mantel sampai akhirnya bisa dibuka dan dibakar.

"Pas dilepasin kainnya itu kain berubah jadi mantel lagi. Pocong itu kembali jadi Ririn lagi, tapi dia telanjang badannya kotor, bau busuk gitu," tulisnya.

Sekujur tubuh Ririn merasakan panas saat proses pembakaran mantel shingga ia merasa lemas dan akhirnya dirawat di rumah sakit selama 4 hari. Namun, tidak ada keterangan lebih lanjut apakah bapak Ririn akan berhenti bermain pesugihan sejak kejadian yang hampir merenggut nyawa anaknya.

 Namun belum bisa dipastikan kebeneran kisah tersebut hingga saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini