KPK Konfirmasi Suap Dana Insentif Pejabat Tabanan Bali

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 07 Desember 2021 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 337 2513135 kpk-konfirmasi-suap-dana-insentif-pejabat-tabanan-bali-gYN3wvMxS2.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Pemeriksaan mantan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Tabanan, Bali, Ida Bagus Wiratmaja rampung dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) untuk Kabupaten Tabanan, Bali.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa mantan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Tabanan, Bali, Ida Bagus Wiratmaja. Dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) untuk Kabupaten Tabanan, Bali.

Penyidik telah mengantongi sejumlah keterangan dari Ida Bagus Wiratmaja. Diantaranya, terkait pengajuan usulan DID untuk Kabupaten Tabanan Bali, dugaan komunikasi antara Ida Bagus Wiratmaja dengan pihak-pihak yang berperkara, hingga sejumlah barang bukti yang diamankan penyidik dalam kasus ini.

"Ida Bagus Wiratmaja (mantan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Tabanan), hadir dan dikonfirmasi antara lain mengenai pengajuan usulan dana DID, dugaan adanya komunikasi tertentu, serta dikonfirmasi juga terkait beberapa barang bukti yang terkait dengan perkara," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga : Mantan Penyelidik KPK Rieswin Tolak Gabung ASN Polri, Alasannya Mengejutkan

Sementara satu saksi lainnya yang juga dipanggil dalam perkara ini mangkir alias tidak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan. Dia adalah mantan Kepala Seksi Dana Alokasi Khusus Non Fisik pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Rifa Surya. Penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Rifa pada Rabu, 8 Desember 2021, besok.

"Rifa Surya tidak hadir dan mengkonfirmasi untuk kembali di jadwal ulang pada Rabu 8 Desember 2021," beber Ali.

Sekadar informasi, KPK saat ini sedang mengusut kasus baru terkait dugaan suap pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Tabanan Bali tahun anggaran 2018. Pengusutan itu ditandai dengan adanya penggeledahan di beberapa kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan Bali.

Sejumlah kantor di Tabanan Bali yang digeledah penyidik KPK yakni, kantor DPRD, kantor Dinas PUPR, kantor Bapelitbang, kantor Badan Keuangan Daerah Tabanan, hingga beberapa rumah. Penggeledahan dilakukan pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KPK telah menetapkan mantan Bupati Tabanan dua periode, Ni Putu Eka Wiryastuti sebagai tersangka dalam kasus ini. Ni Putu Eka Wiryastuti merupakan anak dari Ketua DPRD Bali yang juga Politikus PDI-Perjuangan, Nyoman Adi Wiryatama.

Ali Fikri masih enggan membeberkan secara detil pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. KPK baru akan mengumumkan secara rinci tersangka serta konstruksi kasus ini setelah adanya proses penangkapan dan penahanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini