Share

Erupsi Gunung Semeru, Ini Identitas 22 Korban Meninggal Dunia

Avirista Midaada, Okezone · Senin 06 Desember 2021 23:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 337 2512973 erupsi-gunung-semeru-ini-identitas-22-korban-meninggal-dunia-TnHAS0VKcF.jpg Tim Basarnas saat evakuasi korban gunung semeru erupsi (foto: dok Basarnas)

LUMAJANG - Korban erupsi Gunung Semeru terus bertambah di hari kedua pencarian. Tercatat ada 22 korban meninggal telah ditemukan tim penyelamat gabungan di beberapa lokasi.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan, berdasarkan laporan yang dihimpun hingga Senin (6/12/2021) malam, ada 22 korban jiwa telah ditemukan. Dari 22 orang ini, 16 korban jiwa telah berhasil diidentifikasi, sedangkan sisanya belum teridentifikasi.

"Hingga Senin malam ada 22 korban meninggal ditemukan, 14 di Pronojiwo, 8 orang di Candipuro. Ada enam korban yang belum teridentifikasi," kata Muhari, saat konferensi pers daring.

Baca juga:  Dampak Erupsi Gunung Semeru, BNPB: 2.004 Jiwa Mengungsi

Di sisi lain Kepala Pelaksana (Kalaksa) Indra Wibowo menyatakan, kini pencarian jenazah menggunakan alat berat di beberapa lokasi yang menjadi aliran Sungai Lengkong, Lumajang.

"Paling dekat dengan aliran Sungai Lengkong di bagian paling ujung. Pencarian jenazah menggunakan alat berat di rumah - rumah yang terpendam," sambungnya.

 Baca juga: BNPB: 985 Personel Gabungan Dikerahkan Tangani Darurat Pasca-Erupsi Gunung Semeru

Indra menambahkan, pencarian juga melibatkan beberapa kendaraan dobel gardan dari komunitas offroader Lumajang dan daerah - daerah di sekitarnya.

 

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Dijelaskannya hingga pukul 21.00 WIB, ada 22 korban jiwa yang berhasil dievakuasi. Sementara korban luka mencapai 54 jiwa yang dirawat di berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Lumajang.

Adapun identitas korban jiwa yang berhasil ditemukan yakni Poniyem, 50 tahun, Curah Kobokan RT 05 RW 07, Bawon Triono, 33 Tahun, Yatipah, Luluk, Edy warga RT 15 RW 05, Curah Kobokan, seluruhnya dari Kecamatan Pronojiwo.

Baca juga:  Besok, Basarnas Akan Sisir 3 Area di Kawasan Erupsi Semeru

Kemudian, Cavella perempuan berusia 19 tahun di Kabondeli, M. Roni laki - laki berusia 40 tahun, Alfan 23 tahun, Dafa, 14 tahun, Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Siti, 40 tahun, Kampung Renteng Dusun Kebondeli utara Desa Sumberwuluh, Besut, 50 tahun, DusunKebonagung RT 01 RW 04 Desa Sumberwuluh.

Selanjutnya, ada Rani, 20 tahun, alamat Dusun Kebonagung, Desa Sumberwuluh, Mistono 50 tahun Kampung Renteng Dusun Bondeli Selatan Desa Sumberwuluh, Pupin 28 tahun Kampung Renteng Dusun. Bondeli Selatan Desa Sumberwuluh, Wildan 16 tahun Kampung Renteng Dusun Bondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, serta Edi Pranowo, Dusun Sriti, Desa Sumberurip, meninggal di RSUD Haryoto.

Selain itu ada enam jasad yang belum diketahui identitasnya. Dimana dua jasad berada di RSUD dr. Haryoto Lumajang, sedangkan empat jasad baru ditemukan pada Senin 6 Desember 2021 tadi. Dari empat jasad ini, tiga jasad ditemukan di RT 16 RW 5 Curahkobokan, sementara satu jasad ditemukan di Kebondeli Selatan.

Sebelumnya diberitakan, Gunung Semeru memuntahkan material vulkanik berupa guguran awan panas dan abu vulkanik saat erupsi pada Sabtu 4 Desember 2021 sore.

Erupsi Gunung Semeru terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, dimana awan panas keluar disertai material vulkanik dimuntahkan mengarah ke Curah Kobokan sejauh 10 - 11 kilometer dari kawah Gunung Semeru.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Akibatnya hingga Senin malam Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 22 warga meninggal dunia, sebanyak 56 warga terluka, mayoritas mengalami luka bakar. Para warga ini dirawat di empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Lumajang seperti RSUD dr. Haryoto, RS Bhayangkara Lumajang, RS Pasirian, Puskesmas Penanggal, Puskesmas Candipuro, dan beberapa puskesmas lainnya.

Tak kurang 5.205 jiwa dilaporkan terdampak erupsi dan 2.004 jiwa mengungsi di sejumlah titik di Kabupaten Lumajang. Bupati Lumajang Thoriqul Haq sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana Gunung Semeru selama 30 hari ke depan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini