Share

KPK Berikan Penghargaan kepada 10 Individu yang Laporkan Gratifikasi, Termasuk Kepala Desa

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 06 Desember 2021 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 337 2512840 kpk-berikan-penghargaan-kepada-10-individu-yang-laporkan-gratifikasi-termasuk-kepala-desa-UpK5JYEQqs.jpg KPK memberikan penghargaan kepada 10 individu yang melaporkan gratifikasi. (Foto : Ist)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi pelaporan dan pengendalian gratifikasi yang dilakukan 10 individu berintegritas. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata berharap hal ini dapat menginspirasi masyarakat dalam melaporkan penerimaan maupun penolakan gratifikasi.

Hal tersebut disampaikan Alexander Marwata pada acara Penghargaan Pengendalian Gratifikasi Tahun 2021 serta penyerahan hadiah bagi pemenang kompetisi JAGA Data dan Mascot Challenge 2021, bertempat di Auditorium Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Senin, 6 Desember 2021.

“Tidak mudah menolak atau melaporkan gratifikasi. Namun, Bapak dan Ibu telah melaporkan sesuatu yang orang lain tidak tahu dengan penuh kesadaran, serta mengalami kondisi dilematis maupun pergolakan batin yang tidak mudah. Oleh karena itu, kami berbangga hati atas apa yang dilakukan Bapak dan Ibu,” ujar Alex.

Alex menyebutkan, 10 individu yang menerima penghargaan itu terdiri atas 7 orang dengan kategori Pelapor Gratifikasi Inspiratif dengan berbagai latar belakang profesi dan 3 orang kategori Insan Unit Pengendali Gratifikasi (UPG).

Mereka adalah Aisyah seorang Kepala Desa Sungup Kanan, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Ia melaporkan gratifikasi sebesar Rp50 Juta dengan biaya sendiri datang langsung ke gedung KPK.

Kedua, Heriyanto dengan profesi Perancang Perundang-Undangan Ahli Madya Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM yang melaporkan uang tunai SGD10 Ribu atau setara Rp100 juta.

Ketiga, Anggi Wicaksono, Staf Teknis Imigrasi, Konsulat Jenderal RI Jeddah, Kementerian Luar Negeri. Anggi melaporkan penerimaan 1 jam tangan bertuliskan Rolex tipe Oyster Perpetual Datejust dan disimpan dalam pengawasan Satgas Antigratifikasi KJRI Jeddah.

Keempat, Arief Nasrudin, Direktur Utama PD Pasar Jaya. Ia melaporkan handphone merek Samsung Z Fold 2 senilai Rp30 Juta.

Kelima, Khaerullah, Tenaga Administrasi SDN Panunggangan 4 Cibodas, Pemkot Tangerang. Ia melaporkan penolakan uang Rp1 juta dari perkumpulan orang tua siswa.

Baca Juga : Terima Suap Rp11 Miliar, Eks Penyidik KPK Stepanus Robin Dituntut 12 Tahun Penjara

Keenam, Rifqi Abdillah, Pengelola Pengendalian, Monitoring, dan Evaluasi Pembangunan Pemkab Probolinggo. Ia melaporkan penerimaan uang tunai dengan nominal mulai dari Rp50 ribu hingga Rp1,5 juta.

Ketujuh, dengan identitas yang tidak disebutkan, yaitu pegawai Fungsional sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada salah satu instansi. Ia melaporkan 2 sepeda senilai total Rp1.250.200,-

Selain itu, Alex juga membacakan 3 (tiga) Insan UPG Inovatif, yaitu Achmad Nasution, Kasubag Evaluasi dan Pelaporan, Inspektorat Kab. Boyolali. Dengan inovasi berupa regulasi, dia berhasil menghilangkan praktik gratifikasi berupa fee perbankan yang biasa diberikan kepada bendahara di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kedua, Badrul, Pelaksana, Inspektorat Kab. Sumenep. Badrul gencar melakukan sosialisasi gratifikasi ke seluruh jajaran Pemkab Sumenep, bahkan ke wilayah yang sangat terpencil dengan menempuh 24 jam perjalanan menggunakan perahu kecil. Ia juga menggunakan pendekatan budaya, yaitu menggunakan Bahasa Sumenep dalam sosialisasinya.

Ketiga, Musdalipa, Auditor Muda, Inspektorat Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Ia aktif dalam membangun budaya antigratifikasi. Musdalipa fokus pada sektor pendidikan dengan menjalankan program 100 Sekolah Berintegritas. Tantangan kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur, tidak menyurutkan semangatnya. Ia bahkan harus berjalan kaki selama kurang lebih 2 (dua) jam untuk menjangkau sekolah yang ditujunya.

“Pelapor gratifikasi inspiratif serta insan UPG yang terpilih merupakan individu berintegritas yang tidak sekedar menjalankan tugas, tetapi menginspirasi kita semua dengan terobosan dan inovasi yang melebihi batas kemampuannya,” kata Alex.

Pada saat yang sama KPK juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang kompetisi JAGA Data dan Mascot Challenge 2021. JAGA Data Challenge adalah kompetisi datathon pertama yang diusung oleh JAGA, platform pencegahan korupsi yang dikelola oleh KPK.

“Pemenang 1 JAGA Data Challenge kategori mahasiswa, yaitu Tim PVDV2 dari Politeknik Statistika STIS Jakarta. Sedangkan, kategori umum diraih Tim Anak Ayam dari BB Com. Dan, pemenang JAGA Mascot Challenge, yaitu Udinkarno dengan kreasi maskot bernama Mr Tups,” tutur Alex.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini