Menko PMK Tinjau Jembatan yang Putus Diterjang Lahar Dingin Gunung Semeru

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 06 Desember 2021 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 337 2512733 menko-pmk-tinjau-jembatan-yang-putus-diterjang-lahar-dingin-gunung-semeru-ztynrxPjKz.jpg Menko PMK Muhadjir Effendy tinjau jembatan yang putus diterjang lahar dingin Gunung Semeru. (Ist)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, meninjau kondisi Jembatan Besuk Kobokan yang putus usai dihantam arus lahar dingin dari erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (6/12/2021).

Berdasarkan keterangan yang diterima, Muhadjir didampingi Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Sudirman, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Agus Suprapto, serta jajaran TNI/Polri, dan BNPB-BPBD.

Jembatan Besuk Kobokan terletak di Jalan Nasional Turen, Lumajang. Jalur darat itu menghubungkan Lumajang dan Kabupaten Malang.

Akibat putusnya jembatan itu, arus kendaraan dari Malang menuju Lumajang untuk sementara diputar arah melewati Probolinggo.

Muhadjir menuturkan, penanganan tanggap darurat bencana awan panas guguran Gunung Semeru harus berfokus pada penyelamatan korban.

Menurutnya, itu merupakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu, bagi warga yang luka-luka harus mendapatkan perawatan maksimal.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, yang pertama harus diprioritaskan adalah keselamatan korban, terutama mereka yang cedera mereka yang sakit itu harus betul-betul mendapatkan perawatan yang maksimal,” tuturnya.

Dia mendapatkan laporan, ada beberapa tempat pengungsian yang rawan terdampak erupsi susulan, yakni di lokasi pengungsian di Desa Curah Kobokan dan Desa Sumberwuluh.

Dia mengatakan, para pengungsi di dua desa tersebut akan ditarik dan dipindahkan ke pengungsian di Desa Penanggal.

Baca Juga : Terbang ke Lumajang, Kapolri Tinjau Korban Erupsi Gunung Semeru

"Karena tempat yang dijadikan penampungan di dua desa itu rawan termasuk zona merah. Kita khawatir kalau ada erupsi susulan atau seandainya ada hujan deras, maka lahar yang tertahan di atas akan turun," ujarnya.

Untuk mengoordinasikan lebih lanjut penanganan pasca erupsi Gunung Semeru, Muhadjir menyampaikan, kepala BNPB telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Darurat Bencana yang terdiri dari Komandan Korem, Bupati, dan Kapolres agar koordinasi mulai dari tanggap bencana sampai masa rehabilitasi dan rekonstruksi bisa berjalan baik.

Selain itu, telah dibentuk Posko Penanggulangan Darurat Bencana. Diharapkan dengan adanya posko, seluh relawan dan lembaga kemanusian lainnya, termasuk Dunia Usaha, media dan akademisi agar berkolaborasi dengan Posko dan Satgas Penanggulangan Darurat Bencana erupsi Gunung Semeru.

"Sekarang mereka semua sudah bergerak. Dan Insya Allah penanganannya semua lancar," tutur Menko PMK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini