5 Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Berisi Kutukan Mengerikan

Mohammad Adrianto S, Okezone · Senin 06 Desember 2021 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 337 2512663 5-prasasti-peninggalan-kerajaan-sriwijaya-berisi-kutukan-mengerikan-d4AfE48PId.jpg Prasasti kerajaaan sriwijaya/ Kemendikbud

JAKARTA - Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan bercorak Budha di Indonesia yang berdiri pada abad ke-7 masehi. Kerajaan ini diketahui memiliki sejumlah prasasti berisi kutukan.

 (Baca juga: Harta Karun Diduga Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Ditemukan, Ini Penampakannya)

Kerajaan Sriwijaya sendiri didirikan oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa yang melakukan perjalanan suci. Dia berangkat menggunakan perahu dari Minanga Tamwan bersama 20.000 orang tentara dan 200 peti bekal.

Melansir laman resmi kemedikbud.go.id, prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya diketahui berisi kutukan yang umumnya ditujukan kepada orang-orang yang tidak taat terhadap raja.

Apa saja prasasti-prasasti tersebut? Simak pembahasannya.

1. Prasasti Telaga Batu

Prasasti Telaga Batu berisikan kutukan terhadap siapa saja yang melakukan kejahatan dan tidak taat kepada raja, yang ditujukan kepada siapapun baik para putra raja dan pejabat kerajaan maupun para kerajaan.

Berikut kutipan isi prasasti yang berisi kutukan ini:

"Selain itu, kuperitahkan mengawasi kalian ... akan mati ... dengan istri-istrimu dan anak-anakmu ... anak-cucumu akan dihukum oleh aku. Juga selain ... engkau akan mati oleh kutukan ini. Engkau akan dihukum bersama anak-anakmu, istri-istrimu, anak-cucumu, kerabatmu, dan teman-temanmu".

2. Prasasti Boom Baru

Prasasti Boom Baru ditemukan di daerah Palembang, tepatnya di sekitar Pelabuhan Boom Baru, ditulis dengan huruf Pallawa. Prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini berisi tentang kutukan dari raja Sriwijaya.

Berikut penggalan isi kutukan dalam Prasasti Boom Baru:

"...(apabila) ia tidak bakti dan tunduk (bertindak lemah lembut) kepadaku (raja) dengan ...

dibunuh ia oleh sumpah dan di(suruh) supaya hancur oleh ... (Śrīwijaya)"

3. Prasasti Kota Kapur

Prasasti Kota Kapur ditemukan di Kota Kapur, Bangka Belitung, dan diperkirakan ditulis pada 656 Masehi. Prasasti Kota Kapur berisikan permintaan kepada Dewa untuk menjaga persatuan dan kesatuan Kerajaan Sriwijaya.

Tidak hanya itu, prasasti ini juga berisikan hukuman bagi orang yang melakukan kejahatan dan melakukan pengkhianatan terhadap raja.

4. Prasasti Karang Berahi

Prasasti Karang Berahi, ditemukan di Jambi, tepatnya di Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin.

Prasasti Karang Berahi ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno, berisii kutukan bagi wilayah yang tidak tunduk terhadap Kerajaan Sriwijaya.

5. Prasasti Palas Pasemah

 

Prasasti Palas Pasemah menceritakan tentang keberhasilan Kerajaan Sriwijaya dalam menduduki wilayah Lampung Selatan. Selain itu, prasasti ini juga berisikan kutukan bagi orang-orang yang tidak taat kepada raja. Orang tersebut akan terbunuh oleh kutukan.

Berikut penggalan isi prasasti kutukan peninggalan Kerajaan Sriwijaya:

"...Ada orang di seluruh kekuasaan yang tunduk pada kerajaan yang memberontak, berkomplot, tidak tunduk setia kepadaku, orang-orang tersebut akan terbunuh oleh (kutukan)..."

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini