Share

Klarifikasi Kadispenad Terkait Pernyataan Jenderal Dudung soal Mendalami Agama

Riezky Maulana, iNews · Senin 06 Desember 2021 08:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 337 2512435 klarifikasi-kadispenad-terkait-pernyataan-jenderal-dudung-soal-mendalami-agama-FEtcJlHbTq.jpg KSAD Jenderal Dudung Abdurachman (Foto: Puspen TNI)

JAKARTA - Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna mengklarifikasi terkait pernyataan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang menyebut "jangan terlalu mendalami agama".

Hal itu terucap saat Dudung mengisi kuliah Subuh di Masjid Nurul Amin, Kota Jayapura, Papua beberapa waktu lalu, dan menjadi polemik di berbagai kalangan.

Tatang menjelaskan, maksud dari pernyataan KSAD adalah dampak terlalu mendalam mempelajari agama tanpa adanya guru atau ustadz pembimbing yang ahli dalam ilmunya. Maka lama-lama bisa terjadi penyimpangan.

"Maksud KSAD mempelajari agama terlalu dalam akan terjadi penyimpangan, apabila tanpa guru," kata Tatang melalui keterangan tertulis, dikutip Senin (6/12/2021).

"Itulah maksud yang disampaikan KSAD pada video yang ditayangkan di akun Youtube Dispenad pada saat memberikan kultum usai Salat Subuh bersama prajurit Kodam XVIII/Cenderawasih," imbuhnya.

Baca Juga : Ketika KSAD Jenderal Dudung Jajal Senjata Unggulan Pindad

Lebih jauh dikatakan Kadispenad, dalam penyampaian ceramahnya, KSAD menjelaskan, saat ini banyak orang yang mendalami agama tanpa adanya guru yang ahli. Sehingga mudah terperdaya dengan oknum yang menafsirkan agama tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah.

"Misalnya, kata hadis ini ikut. Kemudian, kata hadis yang lain, juga ikut. Oleh karenanya, jangan terlalu dalam mempelajari agama tanpa guru pembimbing yang ahli. Berbeda apabila ada yang mengarahkan dan membimbing dengan benar dan ahli,” ucapnya.

Sekadar informasi, dalam ceramahnya Dudung turut didampingi Habib Husein bin Hasyim bin Toha Baagil.

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini