Mantan Penyidik KPK Stepanus Robin Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 06 Desember 2021 08:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 337 2512433 mantan-penyidik-kpk-stepanus-robin-jalani-sidang-tuntutan-hari-ini-GA1Gvyv2Bt.jpg Stepanus Robin (Foto : Sindo)

JAKARTA - Stepanus Robin Pattuju, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jalani sidang tuntuntan jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini, Senin (6/12/2021).

"Benar (pembacaan surat tuntutan oleh tim jaksa KPK)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya.

Selain AKP Robin, rekan Robin, Maskur Husain yang merupakan pengacara juga bakal menjalani sidang tuntutan hari ini terkait kasus suap ini.

Sebelumnya, Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju, didakwa menerima suap Rp11.025.077.000 dan 36.000 dolar AS atau setara Rp513 juta dari berbagai pihak.

Robin didakwa menerima suap bersama-sama dengan rekannya seorang pengacara, Maskur Husain. Uang suap yang diterima Stepanus berkaitan dengan penanganan perkara di KPK.

"Terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, yang diancam dengan pidana pokok yang sejenis, menerima hadiah atau janji berupa uang Rp11.025.077.000 dan 36.000 dolar AS," ujar Jaksa KPK Lie Putra Setiawan.

Baca Juga : Penangan Perkara di KPK Berlapis, Belum Ada yang Dikondisikan Robin Pattuju

Jaksa membeberkan, uang Rp11 miliar tersebut berasal dari Wali Kota non-aktif Tanjungbalai, M Syahrial sebesar Rp1,69 miliar. Kemudian, sejumlah Rp3 miliar dan 36.000 dolar AS berasal dari Wakil Ketua DPR RI asal Golkar, Azis Syamsuddin dan mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Aliza Gunado.

Stepanus Robin juga disebut menerima Rp507 juta dari mantan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan senilai Rp5,1 miliar dari bekas Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Stepanus juga disebut menerima uang dari Direktur PT Tenjo Jaya, Usman Effendi, sebesar Rp525 juta.

Robin juga disebut membuat rekening bank atas nama Riefka Amalia yang merupakan adik dari teman wanita Robin. Rekening itu digunakan untuk menampung suap.

"Selain itu, Terdakwa juga mencari lokasi (safe house) guna tempat bertemu Terdakwa dengan Maskur Husain dan pihak lain untuk melakukan serah-terima uang," ucap jaksa.

Atas perbuatannya, Robin didakwa melanggar Pasal Pasal 12 huruf a jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 11 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini