Cerita Benny Moerdani Rangkap 6 Posisi Petinggi Intelijen

Alvin Agung Sanjaya, Okezone · Senin 06 Desember 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 337 2512337 cerita-benny-moerdani-rangkap-6-posisi-petinggi-intelijen-MPp7cMujWZ.jpg Benny Moerdani (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Karier militer Benny Moerdani memang moncer hingga mampu mencapai posisi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Panglima ABRI) di zaman Orde Baru.

Hubungan Benny Moerdani dengan Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Presiden ke-2 Republik Indonesia sangat erat imbas dari keberhasilan Benny dalam menata ulang sistem intelijen di Indonesia.

Kepada Marsekal Muda Purnawirawan Teddy Rusdy, dikutip dari buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap Benny mengatakan, setidaknya ia meminta 10 tahun kepada Presiden Soeharto untuk menata ulang sistem intelijen.

Seiring waktu memikul peran tersebut, sederet jabatan penting intelijen digenggam Benny. Setidaknya Benny memegang enam jabatan intelijen sekaligus. Benny jadi Wakil Kepala Badan Koordinasi Intelijen (Bakin), Asisten Intelijen Departemen Pertahanan dan Keamanan (Asintel Hankam), Asisten Intelijen Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Asintel Kopkamtib), Kepala Pusat Intelijen Strategis, Kepala Pusat Screening Pusat dan Kepala Satuan Tugas Intel Kopkamtib.

Menurut Jenderal Purnawirawan Try Sutrisno, hubungannya dengan Benny akrab terjalin ketika ia menjadi ajudan Soeharto pada 1974 dan Benny menjadi Asisten Intelijen Kopkamtib. Try diminta Benny untuk membantu menata komunikasi intelijen saat Soeharto ke luar negeri.

Di zaman Benny pula dilakukan reorganisasi badan-badan intelijen. Tepatnya tahun 1978, reorganisasi dilakukan. Keenam lembaga dan badan intelijen pun disatukan dalam satu badan bernama Badan Intelijen Strategis (Bais).

Karena jejaknya di dunia intelijen, sampai pernah menjabat enam posisi penting di berbagai badan telik sandi, Benny pun kemudian di juluki 'Raja Intel' Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini