Share

Monitor Erupsi Semeru, Wapres Telepon Risma hingga Khofifah

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 05 Desember 2021 21:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 337 2512325 monitor-erupsi-semeru-wapres-telepon-risma-hingga-khofifah-637XYs0v74.jpg Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menelepon sejumlah pejabat negara untuk memonitor penanganan tanggap darurat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Wapres menelepon sejumlah pejabat tersebut di Ruang Tunggu VIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Ia hendak bertolak ke Jakarta untuk mengakhiri rangkaian kunjungan kerjanya dari Pulau Dewata.

Sejumlah pejabat yang ditelepon Wapres antara lain Menteri Sosial Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

Pertama-tama, Wapres menelepon Khofifah. Di sana orang nomor dua di Indonesia itu mendapatkan laporan terkait wilayah dan jumlah korban terdampak guguran awan panas Semeru.

Terdapat dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang terkena dampak, yaitu Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo.

Baca juga: Ketinggian Erupsi Gunung Semeru Capai 24 Kilometer, Cuaca Buruk Diduga Jadi Penyebab

Di Candipuro, Khofifah mengungkap 12 orang warga meninggal dunia. Sedangkan di Pronojiwo ada lima warga yang tewas. Dengan demikian total korban meninggal dunia menjadi 17 orang. Khofifah juga melaporkan bahwa tim gabungan masih terus mencari warga yang hilang.

Baca juga: Kemenkes Siapkan 5 Rumah Sakit Rujukan Tangani Korban Erupsi Gunung Semeru

Merespons laporan itu, Wapres meminta Khofifah mengoordinasikan penanganan bencana dengan kementerian/lembaga lainnya dengan baik.

“Tolong dikoordinasikan semua Bu Gubernur supaya pengungsi tertangani dengan baik. Berkoordinasi dengan Menteri terkait, Panglima TNI, dan BNPB, juga Bupati [Lumajang] supaya semua bisa diatasi,” ucap Wapres, Minggu (5/12/2021).

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Wapres juga menghubungi Menteri Sosial Tri Rismaharini. Ia meminta agar Kementerian Sosial terus mengawal proses evakuasi masyarakat dan memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak guguran awan panas Gunung Semeru.

“Tolong ya Bu, semua hal terkait akomodasi, pengungsian, dan konsumsi untuk disiapkan,” ujar Wapres memberikan arahan.

Mendapat instruksi tersebut, Risma pun menyanggupi dan melaporkan segala sesuatunya telah disiapkan. Di samping juga mempersiapkan kemungkinan adanya erupsi susulan.

“Sejak semalam sudah disiapkan Bapak. Hanya terkait masalah gunung, memang masih ada kemungkinan akan ada erupsi lagi, namun belum tahu akan lebih besar, lebih kecil, atau sama. Karena harus dilihat kondisi di gunungnya sendiri,” tutur Risma.

Baca juga: 

Di saat yang sama, Risma sedang bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq, sehingga Wapres dapat berbicara langsung juga dengannya. Kepada Wapres, Thoriq memberikan informasi situasi terkini terkait bencana Semeru.

"Sementara posisi (luncuran) awan panas itu hari ini medannya agak sulit, karena ada beberapa jalur yang sebelumnya pemukiman (tenggelam) karena luapan sungai," lapornya.

"Jadi, sungai yang dalam itu, sekarang rata dengan persawahan. Sekarang sudah tidak ada sungai," imbuh Thoriq.

Baca juga: 28 Sekolah Terdampak Langsung Bencana Erupsi Gunung Semeru

Adapun masyarakat di sekitar sungai, kata Thoriq, sebagian besar sudah terevakuasi ketika terjadi luncuran awan panas. "Tapi ada masyarakat yang kerja di tambang pasir, yang masih ada di sawah, itu mungkin karena keterlambatan evakuasi, jadi tidak bisa terselamatkan," ujarnya menyayangkan.

Baca juga:Gunung Semeru Meletus, Aktivitas Penerbangan di Bandara Lombok Tetap Normal

Mendengar hal ini, Wapres pun meminta agar Thoriq terus melakukan upaya penyelamatan. "Diantisipasi semua ini ya, Pak Bupati, penyelamatan-penyelamatan yang lain," perintahnya.

Lebih lanjut, Thoriq mengungkapkan saat ini proses evakuasi sudah dibantu Tim Gabungan TNI - Polri. "Kita prioritaskan dulu yang manusia, yang jiwa yang perlu ada percepatan untuk penanganan," ujar Thoriq.

"Rumah sakit di daerah sekitar ada 1 rumah sakit dan 3 puskesmas. Kita butuh penanganan cepat yang jembatan putus, Bapak," tambahnya.

Terkait putusnya jembatan, Wapres memerintahkan Thoriq untuk berkoordinasi dengan Panglima TNI agar mengerahkan pasukan dari korps Zeni TNI Angkatan Darat.

"Supaya itu koordinasikan dengan Panglima TNI untuk mengerahkan pasukan dari korps Zeni TNI AD. Itu biasanya (terkait) jembatan tugas mereka," perintah Wapres.

Mendapat instruksi Wapres tersebut, Thariq pun menyampaikan akan melaksanakan karena kebetulan Panglima TNI juga sedang dalam perjalanan ke Lumajang.

"Ada jembatan yang menghubungkan Lumajang dan Malang yang terputus. Jadi saya minta Kabupaten Malang minta bantu Pronojiwo karena kita tidak bisa ke sana, Bapak," ungkap Thoriq.

Menutup percakapannya, Wapres turut mendoakan agar proses evakuasi dapat berjalan lancar dan para korban terdampak guguran awan panas Semeru dapat segera tertangani.

Baca juga: Update Korban Semeru Meletus: 5.205 Terdampak, 1.300 di Pengungsian dan 9 Proses Pendataan

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini