Ketinggian Erupsi Gunung Semeru Capai 24 Kilometer, Cuaca Buruk Diduga Jadi Penyebab

Erfan Maaruf, iNews · Minggu 05 Desember 2021 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 337 2512318 ketinggian-erupsi-gunung-semeru-capai-24-kilometer-cuaca-buruk-diduga-jadi-penyebab-K94wTn0iu3.jpg Gunung Semeru meletus (Foto: BNPB)

JAKARTA - Badan Geologi Kementerian ESDM mendapat laporan erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) kemarin mencapai 24 kilometer. Diduga erupsi besar tersebut akibat curah hujan ekstrem. 

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono menyebut meski belum dapat memastikan tinggi letusan gunung Semeru tersebut namun ada dua laporan yang menyebut ketinggian mencapai 24 kilometer. 

"Ada info yang menyebutkan 11 km ada yang menyebut 45 km. Tapi kami masih selidiki karena tidak mudah juga untuk mencapai lokasi tersebut," kata Eko dalam konferensi virtual, Minggu (5/12/2021). 

Eko menjelaskan, pihaknya juga masih melakukan pendalaman perihal penyebab erupsi Gunung Semeru tersebut. Sebab, dari rekaman yang pihaknya miliki tidak tanda-tanda adanya erupsi. 

Dia menduga erupsi yang terjadi pada Gunung Semeru karena faktor eksternal. Hal yang perlu diperhatikan dari peristiwa erupsi tersebut adalah curah hujan ekstrem. 

"Yang perlu kita waspadai tingkat curah hujan ini tidak ekstrem sehingga tidak memicu hal-hal lain. Karena record sebelum-sebelumnya normal saja. Apakah ada faktor eksternal curah hujan tinggi sehingga menyebabkan ketidak kestabilan kubangan sehingga peluncurannya cukup jauh," jelasnya.

Setelah erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada kemarin, gunung kembali erupsi sebanyak tiga kali selama 24 jam terakhir. Sesuai ciri khasnya erupsi gunung Semeru yakni mengeluarkan awan panas. 

"Memang setelah letusan kemarin masih kita rekam beberapa erupsi lagi yaitu semburan awan panas. Ya ini ciri khas gunung Semeru yakni awan panas guguran setidaknya ada tiga," kata Eko.

Erupsi susulan pertama terjadi pada pukul 00.30 WIB di hari Minggu (6/12/2021). Kemudian kedua setelah shalat subuh itu awan panas guguran dan ketiga pukul 10.00 WIB lebih. 

"Dua pertama tidak terlihat seberapa jauh luncurannya karena situasi tertutup kabut. Yang jam 10 pagi lebih kurang 2 KM dari puncak luncurannya," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini