Presiden Jokowi Monitor Penanganan Erupsi Gunung Semeru

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 05 Desember 2021 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 337 2512209 presiden-jokowi-monitor-penanganan-erupsi-gunung-semeru-SK0jjSldpw.jpg Presiden Jokowi. (Foto : Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan belasungkawa atas erupsi Gunung Semeru yang melanda di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sebanyak 13 orang meninggal dunia dan lainnya luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan, hingga saat ini Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin masih terus memonitor penanganan bencana letusan Semeru di Lumajang.

"Sehubungan dengan erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada hari Sabtu 4 Desember 2021, Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden telah menerima laporan dan terus memonitor dari waktu ke waktu," ucap Pratikno saat menyampaikan pernyataan Presiden Jokowi, Minggu (5/12/2021).

"Atas nama Presiden, Wakil Presiden, pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan duka yang sangat mendalam atas korban yang meninggal dan korban luka-luka," sambung dia.

Baca Juga : Tinjau Pengungsian Korban Erupsi Gunung Semeru, Mensos Salurkan Bantuan

Pratikno menuturkan, Presiden Jokowi sudah memerintahkan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, beserta jajaran lainnya untuk segera melakukan tindakan secepat mungkin, khususnya dalam melakukan langkah tanggap darurat.

"Bapak Presiden sudah memerintahkan kepada Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR, panglima TNI, Kapolri, gubermur, dan bupati untuk segera melakukan tindakan secepat mungkin, melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban, memberikan perawatan kepada korban luka-luka dan melakukan penanganan dampak bencana," ujar Pratikno.

"Bapak Presiden juga memerintahkan agar bantuan pelayanan kesehatan, penyediaan logisgik kebutuhan dasar pengungsi, serta perbaikan infrastruktur dapat diselesaikan dalam waktu yang sangat sangat singkat," tutur Pratikno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini