8 Kecamatan di Lumajang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Semeru

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Minggu 05 Desember 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 337 2512142 8-kecamatan-di-lumajang-terdampak-abu-vulkanik-gunung-semeru-kcqADqifwa.jfif Kondisi pasca erupsi Gunung Semeru. (BNPB)

JAKARTA - BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan sebaran awas panas guguran Gunung Semeru juga berdampak pada dua kecamatan, yaitu Kecamatan Pronojiwo pada Desa Pronojiwo, Oro-oro Ombo, Sumberurip, serta Dusun Curah Kobokan di Desa Supiturang serta Kecamatan Candipuro pada Dusun Kamarkajang di Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur.

Selain itu, terdapat delapan kecamatan dan beberapa desa yang terdampak abu vulkanik, meliputi Kecamatan Ampelgading pada Desa Argoyuwono.

- Kecamatan Tirtoyudo pada Desa Purwodadi dan Desa Gadungsari.

- Kecamatan Pagelaran pada Desam Clumprit.

- Kecamatan Wajak pada Desa Bambang.

- Kecamatan Kepanjen pada Desa Panggungrejo dan Mojosari.

- Kecamatan Dampit pada Kelurahan Dampit.

- Kecamatan Bantur pada Desa Bantur dan Rejosari.

- Kecamatan Turen pada Desa Talok.

"Kejadian sebaran awan panas guguran Gunung Semeru juga menyebabkan beberapa rumah warga tertutup material vulkanik serta jembatan Gladak Perak di Curah Kobokan yang menjadi akses penghubung Lumajang dan Malang terputus," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Minggu (5/12/2021).

Kemudian, BPBD Kabupaten Lumajang menggunakan alat berat wheel loader untuk membuka akses jalan Curah Kobokan serta melakukan pendataan lanjutan terkait kerugian materil lainnya akibat peristiwa ini.

Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini Gunung Semeru masih dalam status level II atau ‘waspada.’

Baca Juga : Gunung Semeru Meletus, Seluruh Rumah di Dusun Hancur

Adapun pemantauan kondisi udara melalui radar Accuweather Udara mencapai tingkat polusi tinggi dan berdampak negatif terhadap kelompok yang masuk dalam kategori rentan, yaitu lansia, ibu hamil, disabilitas serta anak-anak.

Pantauan secara visual juga menunjukkan awas panas guguran telah berhenti dikarenakan kondisi hujan di sekitar puncak kubah lava Gunung Semeru.

BPBD terus melakukan koordinasi bersama perangkat desa setempat dan Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) terkait pemutakhiran aktivitas Gunung Semeru.

BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat setempat untuk tidak melakukan aktivitas di Daerah Aliras Sungai (DAS) Mujur di Curah Kobokan dan DAS lainnya maupun beberapa tempat yang dimungkinkan menjadi tempat aliran guguran awan panas.

Diberitakan sebelumnya, 13 orang dikabarkan meninggal dunia atas peristiwa meletusnya Gunung Api terbesar di Pulau Jawa, Gunung Semeru, Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12) sore kemarin. Selain itu, 902 warga mengungsi atas peristiwa tersebut yang tersebar di beberapa lokasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini