Mitos Letusan Gunung Semeru: Pertanda Bencana dan Ramalan Jayabaya

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 05 Desember 2021 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 337 2512140 mitos-letusan-gunung-semeru-pertanda-bencana-dan-ramalan-jayabaya-HKIpirXm22.jpg Gunung Semeru. (Foto: magma.esdm.go.id)

JAKARTA – Gunung Semeru menunjukkan keperkasaannya saat erupsi dan memuntahkan awan panas pada Sabtu, 4 Desember 2021, menyebabkan kerusakan di sejumlah desa dan wilayah sekitarnya.

Semeru, yang juga dikenal sebagai Mahameru adalah gunung berapi yang lekat dengan mitos rakyat Jawa. Gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl ini, salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa, dipercaya sebagai tempat tinggal dewa-dewa.

Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang itu juga termasuk salah satu gunung berapi paling aktif, yang tercatat telah erupsi setidaknya 87 kali sejak 1818.

BACA JUGA: Gunung Semeru Meletus dan Ramalan Jayabaya Pulau Jawa Terbelah

Menurut salah satu mitos, Gunung Semeru dipercaya sebagai bagian puncak dari Gunung Meru di India yang dibawa oleh Dewa Brahma dan Dewa Wisnu ke Tanah Jawa untuk dijadikan pasak bumi. Kisah yang termuat dalam kitab Tantu Panggelaran itu mengatakan bahwa sebelum Gunung Semeru ditancapkan, Pulau Jawa masih terombang-ambing di lautan lantaran belum ada penekannya.

BACA JUGA: 13 Orang Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru

Puncak Gunung Semeru dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para Dewa Hindu dan menjadi penghubung antara Bumi dan Kahyangan. Masyarakat Hindu melakukan upacara sesaji kepada dewa-dewa di Gunung Semeru setiap 8-12 tahun, saat mereka menerima suara gaib dari dewa-dewa di Mahameru.

Mitos lain menghubungkan letusan Gunung Semeru dengan pertanda bencana, atau peristiwa besar yang membawa penderitaan bagi rakyat. Karena itulah tidak heran ada yang menghubungkan letusan Gunung Semeru ini dengan ramalan Jayabaya, yang menubuatkan bahwa Pulau Jawa akan terbelah.

Semoga saja mitos yang terakhir ini tidak menjadi kenyataan, terlebih di saat rakyat Indonesia saat ini tengah berada dalam kondisi sulit karena pandemi Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini