Share

Curhatan Novia Widyasari Sebelum Bunuh Diri di Samping Makam Ayahnya

Tim Okezone, Okezone · Minggu 05 Desember 2021 04:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 337 2512057 sebelum-bunuh-diri-di-samping-makam-ayahnya-ini-curhatan-novi-widyasari-fTNjeJHVFm.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Novia Widyasari menuliskan sejumlah tweet di akun Twitternya sebelum memutuskan untuk bunuh diri di samping pusara ayahandanya.

Seperti dilihat Okezone dalam akun @noviawidyasr, Minggu (5/12/2021). Korban banyak mencuit tentang persoalan keluarganya.

"Ternyata bener keluarga itu omong kosong," tulis dia pada 20 November 2021 lalu.

Novia kembali menuliskan isi hatinya lewat cuitannya di Twitter pada 13 November 2021. Lagi-lagi, curhatan dirinya tentang persoalan keluarganya. Dia seakan kecewa dengan perlakuan keluargan terhadap dirinya sendiri.

"Kata siapasih keluarga akan menerima dalam suka dan duka (?) buktinya kalo ada anaknya bikin prestasi berkoar koar dah tu "ini anakku" Giliran anaknya bikin ulah, jadi buron para org tua selalu bilang "gak tau, wes bukan urusan saya"," tulis dia.

Baca juga: Oknum Polisi yang Paksa Novia Widyasari Aborsi Terancam Dipecat

Sebelumnya, Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengungkapkan bahwa Novia Widyasari telah melakukan aborsi sebanyak dua kali. Hal itu terungkap setelah pihaknya melakukan pemeriksaan kepada mantan kekasihnya yang merupakan oknum polisi yang bertugas di Polres Pasuruan.

Slamet menerangkan, keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri yang terjadi mulai tahun 2020 hingga 2021, yang dilakukan di wilayah Malang baik di kos maupun di hotel.

Baca juga: Polisi: Novia Widyasari Lakukan Aborsi Dua Kali

"Selain itu ditemukan juga bukti lain bahwa korban selama pacaran, yang terhitung mulai bulan Oktober 2019 sampai bulan Desember 2021 melalukan tindakan aborsi bersama yang mana dilakukan pada bulan Maret tahun 2020 dan bulan Agustus 2021," kata Slamet.

"Untuk usia kandungan yang pertama masih usia mingguan, sedangkan usia kandungan yang kedua setelah usia 4 bulan," sambungnya.

Ia menambahkan bahwa korban dan oknum anggota Polri ini sudah berkenalan sejak bulan Oktober 2019. Pada saat itu, kedunya sedang nonton bareng hingga ke distro baju yang ada di Malang. Keduanya pun akhirnya berkenalan dan bertukar nomor hanphone hingga akhirnya berpacaran.

Ia menambahkan bahwa oknum polisi berinisial R itu akan diperiksa secara internal dengan ketentuan Perkap nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik yaitu dijerat dengan Pasal 7 dan 11. Secara pidana umum juga akan dijerat Pasal 348 Juncto 55.

"Kita akan menerapkan pasal-pasal tersebut kepada anggota yang melalukan pelanggaran. Sehingga tidak pandang bulu, dan hari ini yang terduga sudah diamankan di Polres Mojokerto Kabupaten," tandasnya.

Baca juga: Polda Jatim Amankan Oknum Polisi Paksa Novia Widyasari Aborsi hingga Nekat Bunuh Diri

Oknum polisi yang bertugas di Polres Pasuruan, R terancam dipecat usai memaksa kekasihnya menggurkan kandungannya.

Polisi juga masih mendalami sejumlah keterangan dan barang bukti yang menyebabkan mahasiswi cantik UB itu nekat bunuh diri.

Baca juga: Heboh Tagar #SAVENOVIAWIDYASARI, Propam Periksa Oknum Polisi Inisial R

Dia menambahkan, korban diketahui bunuh diri dengan menegak potasium. Hal itu berdasarkan hasil labfor. Sementara barang bukti yang digunakan untuk menggugurkan kandungannya adalah sikotek.

"Sampai hari ini tidak ditemukan unsur kekerasan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini