2 Helikopter dan 3 Kompi TNI Diterjunkan Evakuasi Korban Erupsi Gunung Semeru

Antara, · Sabtu 04 Desember 2021 22:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 337 2512002 2-helikopter-dan-3-kompi-tni-diterjunkan-evakuasi-korban-erupsi-gunung-semeru-1QpiYLrrmT.jpg Petugas mengevakuasi korban Gunung Semeru (Foto: istimewa)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan pihaknya menyiapkan dua unit helikopter untuk mengevakuasi korban letusan Gunung Semeru.

Kemudian, kata dia, sebanyak tiga satuan setingkat kompi TNI juga dikerahkan untuk membantu penanganan.

"Saya tadi sudah koordinasi dengan Kasdam Brawijaya, sudah juga membuat surat kepada Panglima TNI sudah koordinasi, kami pastikan tiga satuan setingkat kompi bisa membantu Pak Bupati di lapangan malam ini untuk melakukan penanganan awal," kata Suharyanto, Sabtu (4/12/2021).

Bupati Lumajang Thoriqul Haq yang turut bergabung dalam konferensi pers tersebut meminta bantuan pasukan kepada Kepala BNPB untuk penanganan awal maupun membantu evakuasi warga yang masih terjebak.

Selain itu, Suharyanto juga memastikan telah menyiapkan dua unit helikopter yang bisa digunakan sewaktu-waktu apabila evakuasi korban tidak bisa dilakukan melalui jalur darat.

Baca juga: BNPB Terjunkan TRC dan Logistik Penanganan Darurat Korban Letusan Semeru

"Artinya keselamatan rakyat yang diutamakan. Jadi nanti kalau memungkinkan, kalau cuacanya bagus, BNPB akan menyiapkan dua unit helikopter kalau nanti evakuasi lewat darat tidak bisa, delapan orang yang terjebak akan kami upayakan untuk bisa dievakuasi," kata Suharyanto.

Baca juga: Badan Geologi Minta Masyarakat Tak Beraktivitas Radius 5 Km dari Kawah Gunung Semeru

Wakil Bupati Lumajang Indah Masdar yang turut hadir dalam telekonferensi tersebut mengatakan di Desa Sumberwuluh yang terdapat area tambang terdapat dua orang yang hilang sampai sekarang belum bisa ditemukan. Selain itu ada sekitar delapan orang yang terjebak di area tambang.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Dusun Poncokusumo melaporkan kronologi kejadian guguran awan panas Gunung Semeru tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 mm.

"Pada pukul 15.10 WIB Pos Gunung Sawur melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Desa Besuk Kobokan beraroma belerang," kata Kepala BNPB Suharyanto.

Berdasarkan catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi, kata Suharyanto, guguran lava pijar teramati 500 sampai 800 meter dengan pusat guguran kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, Badan Geologi Sebut Jarak Awan Panas Guguran Capai 1,7 Km

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini