BNPB Terjunkan TRC dan Logistik Penanganan Darurat Korban Letusan Semeru

Fahmi Firdaus , Okezone · Sabtu 04 Desember 2021 22:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 337 2511997 bnpb-terjunkan-trc-dan-logistik-penanganan-darurat-korban-letusan-semeru-Yr0Y0mLtQu.jpg Kepala BNPN jumpa pers soal letusan semeru/ okezone

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) untuk memberikan pendampingan dalam penanganan darurat malam ini kepada warga terdampak bencana letusan Gunung Semeru.

BNPB juga mengirimkan bantuan logistik yang dikirimkan bersamaan dengan TRC dan perwakilan kementerian dan lembaga.

(Baca juga: Dua Ibu Hamil Sembilan Bulan Jadi Korban Letusan Gunung Semeru)

“Malam ini kami mengirimkan TRC untuk mendampingi pemerintah daerah. Tim akan berangkat lewat darat dan membawa logistik bantuan, seperti selimut, makan siap saji, terpal, tenda darurat, matras dan logistik dasar lainnya,” ujar Kepala (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, saat jumpa pers, Sabtu (4/12/2021) malam.

(Baca juga: Satu Orang Tewas Akibat Letusan Gunung Semeru, 41 Warga Alami Luka Bakar Parah)

Kepala BNPB juga menuju ke Kabupaten Lumajang untuk memastikan penanganan darurat bencana secara cepat dan tepat, khususnya evakuasi dan penanganan korban luka-luka. Di samping itu, Suharyanto juga ingin membantu dan memastikan kebutuhan dasar diberikan kepada warga yang terdampak. BPBD setempat masih terus melakukan pendataan terhadap warga yang mengungsi.

Data sementara pada hari ini (4/12), pukul 18.49 WIB, titik warga yang mengungsi berada di Balai Desa Penanggal, rumah-rumah warga sekitar yang aman, Masjid Jarit dan Balai desa Sumberwuluh.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan bahwa warga mengungsi sekitar 300 KK. Mereka berasal dari Curah Kobokan, Desa Supiturang. Indah telah berada di Puskesmas Penanggal untuk memantau warga yang menjadi korban erupsi.

Ia menyampaikan sebagian warga desa sudah mengungsi dan tinggal beberapa orang yang kemudian dievakuasi.

“Terakhir 1 jam yang lalu masih ada 10 orang yang belum bisa dievakuasi karena lokasi sulit,” ujarnya.

Lebih lanjut, Indah mengatakan masih ada 1 warga yang meninggal dari Curah Kobokan dan telah berhasil dievakuasi. Di Desa Sumberwuluh, Kampung Renteng tempat area penambangan pasir, diperkirakan dua orang hilang.

“Belum bisa ditemukan. Delapan orang yang terjebak di kantor pemilik tambang. Terhambat material vulkanik yang masih panas,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini