Gunung Semeru Meletus, BNPB: Ada Penambang Pasir yang Teperangkap

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Sabtu 04 Desember 2021 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 337 2511974 gunung-semeru-meletus-bnpb-ada-penambang-pasir-yang-teperangkap-dUSVBwaKeG.jpg Kepala BNPB Suharyanto (Foto: Humas BNPB)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan bahwa pihaknya belum menerima adanya korban jiwa dalam peristiwa erupsi Gunung Semeru.

Dia mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah penambang pasir yang masih terjebak di lokasi kejadian saat erupsinya gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

“Sampai sekarang belum ada informasi apakah ada pendaki gunung Semeru yang terperangkap tetapi Pak Bupati tadi menyampaikan bahwa ada penambang pasir yang masih berusaha dievakuasi,” kata Suharyanto dalam konferensi pers (4/12/2021).

Ia mengatakan bahwa para penambang pasir tersebut belum dapat dievakuasi lantaran titik lokasi para penambang pasir tersebut tidak mudah dijangkau.

“Karena pada saat kejadian erupsi para penambang pasir ini dalam titik yang tidak sempat untuk evakuasi ke tempat yang lebih tinggi,” katanya.

Ia menuturkan bahwa pihaknya beserta jajaran sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mengevakuasi para penambang pasir yang terperangkap tersebut. “Ini masih diupayakan oleh BPBD oleh TNI-Polri yang ada di sana dan unsur unsur BNPB,” ujarnya.

Baca juga: Kronologi Letusan Dahsyat Gunung Semeru Versi BNPB, Lava Pijar Meluncur 800 Meter

Sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPBAbdul Muharimengatakan Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik . Hal ini yang ditunjukkan terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021) pukul 15.20 WIB.

Baca juga: Satu Orang Tewas Akibat Letusan Gunung Semeru, 41 Warga Alami Luka Bakar Parah

”Kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter,” katanya dalam siaran persnya, Sabtu (4/12/2021).

Dia mengatakan bahwa pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang. Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik.

”Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah,” ujarnya.

Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Jembatan Penghubung Putus Warga Terisolasi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini