Share

5 Kasus Tak Mampu Bayar Utang, Ada yang Sampai Terusir dari Rumah

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 05 Desember 2021 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 337 2511943 5-kasus-tak-mampu-bayar-utang-ada-yang-sampai-terusir-dari-rumah-EcujDm8Bml.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

MEMINJAM uang dari lintah darat atau rentenir sudah diketahui umum berisiko tinggi. Banyak hal yang dapat dilakukan pihak rentenir untuk mendapatkan uangnya kembali.

Terlebih karena rentenir ini tidak terikat dengan layanan Otoritas Jasa Keuangan. Bukan hanya jumlah pinjaman yang semakin membengkak, tak sedikit pula orang yang diusir dari rumah lantaran tidak mampu membayar utangnya.

Merangkum berbagai sumber, berikut kisahnya:

• Tangerang 

Warga Cipondoh, Tangerang, Banten berinisial R (51) mengaku diusir dari rumahnya sendiri lantaran tidak mampu membayar utang sebesar Rp200 juta. R merupakan istri seorang anggota Polres Metro Jakarta Barat.

Baca Juga: Mengenal Bank Emok, Rentenir Keliling yang Bikin Dina Gantung Diri dan Bunuh Dua Anaknya

Awalnya, R meminjam uang sebesar Rp200 juta pada sebuah perusahaan keuangan di tahun 2016 dan telah membayar angsuran sebesar Rp130 juta. Namun, angsuran tersebut macet dan R meminta relaksasi, yang tidak ditanggapi oleh pihak pemberi pinjaman.

Ia diusir dari rumah pada Rabu 6 Oktober 2021 pukul 08.00 WIB oleh sekelompok orang yang diketuai oleh SN. Melansir berbagai sumber, SN beralasan bahwa rumah yang ditinggali oleh R telah dimenangkan oleh kliennya di sebuah pelelangan.

Baca Juga: Tukan Kebun Wanita Curi 24 HP dari Sekolah Demi Bayar Utang ke Rentenir

Tidak hanya R, 9 orang anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut, termasuk bayi berusia lima bulan, ikut diusir ke luar rumah. Seluruh barang yang ada di dalam rumah juga dipindahkan ke lokasi yang tidak diketahui oleh R.

• Sukabumi 

Seorang buruh pabrik sepatu berinisial M (33) harus rela tinggal di gubuk di tengah kebun bersama suami dan tiga orang anaknya. Pemasalahan yang menimpa keluarganya membuat mereka harus tinggal di saung berukuran 4x3 meter di lereng perbukitan Karangpara, Desa Kebonmangun, Gunungguruh, Sukabumi itu. Sebelumnya, mereka mengontrak di rumah petak di Desa Sirnaresmi. Namun, pada Rabu 16 Oktober 2021, beberapa orang rentenir datang dan menagih sisa utang yang dipinjam oleh M dan suaminya.

Mereka berdua akhirnya pergi untuk mencari pinjaman lain, tetapi tidak menemukan orang yang bersedia meminjamkan uang. Ketika kembali ke rumah, keduanya terkejut melihat televisi dan dua buah ponsel milik M dan suaminya raib.

Di malam yang sama, M dibawa paksa oleh warga ke rumah rentenir untuk menandatangani perjanjian kesanggupan melunasi utang. Karena pikirannya kalut, perjanjian itu ia tandatangani.

Lantaran masalah utang piutang ini telah diketahui oleh banyak orang, tidak ada yang mau menyewakan kontrakannya pada pasangan ini. Beruntung, seorang petani memperbolehkan keluarga tersebut tinggal dalam gubuk di kebun miliknya.

• Cikande 

Wanita berinisial T (41) diusir oleh istrinya sendiri, O (40) lantaran rumah mereka terus-menerus disambangi para penagih utang. T mengaku memang memiliki kebiasaan buruk berjudi dan mabuk-mabukan ketika muda.

Hal ini membuat uang tabungannya habis dan terpaksa mengutang pada banyak orang. T sendiri bertemu dengan O berkat dikenalkan seorang teman. Setelah setahun menjalin hubungan, mereka menikah.

Biaya pernikahan ini didapatkan dengan menjual sawah milik ayah T dan kembali meminjam uang pada teman-temannya. Oleh keluarganya, T mendapatkan modal untuk membuka usaha.

Sejak itu, T mulai mencoba membayar utang-utangnya. Namun, hal ini tidak bertahan lama karena usahanya mengalami kerugian. Tidak lama setelahnya, O mengandung, membuat beban ekonomi bertambah.

Hal tersebut berujung membuat T menceritakan masalahnya pada O. Alih-alih membantu memikirkan solusi, O justru marah. Ditambah dengan banyaknya penagih utang yang datang ke kediaman mereka, T pun akhirnya diusir dari rumah oleh istrinya.

• Purwakarta 

Seorang perempuan berinisial LS (45) diusir dari rumah dan diceraikan suaminya lantaran berutang ke pihak rentenir. Melansir iNews, ia mengaku meminjam uang untuk kebutuhan rumah tangga yang mendesak sebesar Rp3 juta tanpa izin suaminya.

Untuk melunasi, LS mencicil sebesar Rp250 ribu selama 30 minggu. Pembayaran lancar hingga minggu ke-25. Namun, ketika cicilan tidak lancar di pekan-pekan berikutnya, beberapa penagih utang menyambangi rumahnya. Alih-alih menagih utang tersebut pada LS, mereka justru menagih suami LS yang tidak mengetahui apa-apa. Akibatnya, sang suami marah besar dan kemudian menceraikan LS serta mengusirnya dari rumah.

• Sidoarjo 

Dua orang janda, N dan S, diancam diusir dari rumah karena utang yang menumpuk. Melansir berbagai sumber, S diminta untuk mengosongkan rumah dan angkat kaki dari rumah tersebut lantaran hak milik rumah telah berpindah. Pada 2018, beberapa laki-laki membongkar warung yang ada di depan rumah.

Lilitan utang tersebut bermula dari anak laki-laki S yang jatuh sakit. Karena membutuhkan biaya untuk pengobatan, ia meminjam uang ke banyak pihak. Jika ditotal, mungkin mencapai puluhan juta. S memberikan surat tanahnya untuk menjadi jaminan.

Kepala desa setempat sudah menandatangani surat perjanjian jual beli tersebut bersama dengan S dan N. Kini, rumah tersebut telah berpindah hak miliknya dan dua janda tersebut terpaksa meninggalkan rumahnya.

Dilansir dari berbagai sumber, Andin Danaryati/Litbang MPI

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini