Bocah Disabilitas Dianiaya Tetangga di Sukabumi, Kini Dirawat Mensos Risma

Dharmawan Hadi, iNews · Sabtu 04 Desember 2021 04:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 337 2511681 bocah-disabilitas-dianiaya-tetangga-di-sukabumi-kini-dirawat-mensos-risma-AeCg4IBorF.jpg Tri Rismaharini. (Foto: Dharmawan Hadi)

SUKABUMI - Seorang bocah penyandang disabilitas, MN (12) dianiaya oleh tetangganya sendiri di Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Tergerak dengan kejadian ini, Menteri Sosial, Tri Rismaharini datang berkunjung untuk membawa MN ke Balai Sosial di Jakarta.  

Risma datang Jumat (3/12/2021) sekira pukul 20.30 WIB, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman. Risma langsung mendatangi rumah kediaman MN yang tinggal bersama kakeknya. Dalam kunjungannya tersebut Risma juga memberikan beberapa paket sembako dan kebutuhan lainnya. 

Keputusan untuk memboyong MN beserta kakeknya untuk tinggal di Balai Sosial di Jakarta didasari oleh hasil assesmen Kementerian Sosial (Kemensos). Ada kekhawatiran dengan siapa MN tinggak jika kakeknya yang sudah berusia 90 tahun lebih tersebut sudah tiada.

"Nah dari assesmen itu saya di jalan berpikir bahwa tidak mungkin memisahkan MN dengan kakeknya, karena saya yakin mereka sudah menjadi satu. Tapi sebetulnya kakeknya ikhlas jika MN kita akan rawat di balai," ujar Risma kepada wartawan usai mengunjungi kediaman MN. 

Baca juga: Heboh Anak Tunarungu Protes karena Dipaksa Bicara Sama Risma

Risma menambahkan, dirinya tidak mau jika hanya membawa MN saja, karena dipastikan nanti MN juga akan mencari kakeknya dan kakeknya juga akan kesepian karena tidak ada MN.

"Karena itu tadi saya rayu, saksinya Pak Sekda, saya rayu kakeknya untuk ikut dengan kita, alhamdulillah mereka setuju," ujarnya. 

Sang kakek meminta dikumpulkan anak, menantu dan cucunya untuk meminta persetujuannya, Ketika sudah datang semua dan berdiskusi, akhirnya semua setuju dan mengizinkan kakek beserta MN untuk tinggal di Balai Sosial. 

"Jadi kesimpulannya MN dan kakeknya akan kita ajak ke balai, nanti diantar oleh kepala desa, diantar oleh putra putrinya. Saya jelaskan kepada putrinya bahwa MN itu bisa bicara, cuma karena tidak terlatih sehingga bicaranya sedikit," ujar Risma yang juga dibenarkan oleh Ade Suryaman. 

Lebih lanjut Risma mengatakan bahwa jika MN tinggal di balai, ia bisa terapi bicara. Saat ditanya soal kapan anak dan kakek tersebut berangkat ke Jakarta, Risma menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga. 

"Saya tidak mau maksa, tadinya mau besok. Tapi saya menyerahkan ke kakek dan anak kapan siapnya. Saya berharap ditemani putri serta suami dan anak-anaknya," ujarnya. 

Risma menyerahkan sepenuhnya kasus penganiayaan yang terjadi pada MN, kepada penegak hukum.

"Yang jelas kita sudah melakukan pelaporan dan sebagainya," pungkas Risma. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini