Share

Panglima TNI: Bentrok Anggota Dapat Rusak Sinergitas TNI-Polri

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 03 Desember 2021 20:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 337 2511634 panglima-tni-bentrok-anggota-dapat-rusak-sinergitas-tni-polri-D2304146tK.jpg Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Foto:Okezone)

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menyoroti peristiwa bentrokan yang melibatkan prajurit TNI-Polri dalam beberapa waktu ke belakang. Sedikitnya terjadi dua peristiwa bentrok.

Pertama, antara oknum TNI AD Provost Denmadam XVI/PTM dan oknum Satlantas Polresta Ambon terjadi pada Rabu (24/11/2021) sekitar pukul 18.07 WIT.

Kemudian, bentrok di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua antara oknum TNI AD dari Satgas Nanggala dan oknum Polri dari Satgas Amole Brimobda Aceh. Bentrokan itu terjadi pada Sabtu (27/11/2021) pukul 17.53 WIT.

Andika menuturkan bahwa, peristiwa bentrokan yang terjadi itu tentunya dapat merusak sinergisitas kedua instansi yang selama ini telah terbangun.

"Karena sinergitas kita yang merusak adalah bentrokan di bawah. Nah, ini sudah terjadi beberapa kali," ujar Andika saat hadir di Apel Kasatwil Polri 2021 yang disiarkan secara daring, Jumat (2/12/2021).

Andika mengatakan, agar kejadian tak terus-terusan berulang, maka harus ada langkah pencegahan konkret. Salah satu cara yang dinilai baik adalah pemberian informasi.

Baca juga: Antisipasi Bentrok Personel TNI-Polri di Tingkat Bawah, Panglima Ingin Perkuat Pencegahan sejak Dini

"Ini ada info yang diberikan kepada saya oleh salah satu dari rekan-rekan pejabat utama Polri tentang tadi. Informasi yang dilakukan atau diduga dilakukan oleh anggota kami," katanya.

Baca juga: Panglima TNI Jenderal Andika Marah Besar, Anggotanya Main Handphone Saat Rapat

Dirinya pun mengakui bahwa petinggi TNI tidak selalu mengetahui mengenai apa yang terjadi di bawah. Menurut dia, informasi sekecil apa pun yang berpotensi menjadi sebuah bentrokan.

Dengan begitu pihaknya pun bisa langsung mengambil langkah-langkah lanjutan. "Oleh karena itu, saya mohon bantuan sekecil apapun kalau memang sudah terjadi kita harus sama-sama kompak untuk melakukan proses hukum," tuturnya.

Kepada jajaran TNI-Polri, Andika mempersilahkan pemberian informasi dilaporkan langsung kepadanya melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Menurut dia, cara itu lebih efesien.

"Walaupun infonya belum A1, kan enggak apa-apa. Dalam bentuk info itu enggak apa-apa. WA saja, enggak usah terlalu prosedural, karena itu kan lebih konfidensial. Sehingga kami pun dalam mengingatkan pun juga sangat spesifik," ucapnya.

Baca juga: Kunjungan Perdana ke Papua, Panglima TNI: Pengamanan Akan Dilakukan dengan Pendekatan Teritorial dan Sosial

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini