Share

Antisipasi Bentrok Personel TNI-Polri di Tingkat Bawah, Panglima Ingin Perkuat Pencegahan sejak Dini

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 03 Desember 2021 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 337 2511550 antisipasi-bentrok-personel-tni-polri-di-tingkat-bawah-panglima-ingin-perkuat-pencegahan-sejak-dini-x7dTVB2zAS.jpg Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. (tangkapan layar)

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menekankan ingin memperkuat pencegahan sejak dini guna mengantisipasi terjadinya bentrokan di tingkat bawah antara personel TNI dan Polri.

Hal itu disampaikan Andika saat memberikan pengarahan Apel Kasatwil Polri yang diselenggarakan di Bali, Jumat (3/12/2021).

"Tapi, saya ingin mungkin yang lebih sedikit lebih awal, yaitu mencegah. Jadi mencegah jangan sampai ada potensi yang nantinya akan membuat bentrokan," kata Andika dalam pengarahannya.

Ia menjelaskan, penguatan pencegahan itu diperlukan lantaran sinergitas dan soliditas TNI-Polri dapat rusak akibat adanya bentrokan di level bawah. Karena itu, Andika menekankan, harus ada informasi awal yang segera masuk guna mencegah adanya perpecahan sesama prajurit.

"Karena sinergitas kita yang merusak adalah bentrokan di bawah. Nah, ini sudah terjadi beberapa kali. Saat ini ada info yang diberikan kepada saya oleh salah satu dari rekan-pejabat utama Polri tentang tadi, informasi," ujar Andika.

"Informasi yang dilakukan atau diduga dilakukan oleh anggota kami, ini cara yang lebih bagus. karena apa, kan mencegah. Sebab kalau ini berjalan terus-menerus, nantinya di lapangan pun akan menyulitkan bagi semua pihak," tutur Andika.

Terkadang, ia menyebutkan, pihak-pihak yang berada di tataran atas institusi belum tentu selalu mengetahui informasi yang ada. Karena itu, jika informasi dan pencegahan sejak dini langsung dilaporkan, bentrokan dapat dicegah.

Baca Juga : Panglima TNI Jenderal Andika Marah Besar, Anggotanya Main Handphone Saat Rapat

"Karena memang kami yang di atas kan tidak selalu tahu. Jadi itu yang saya imbau, sekecil apapun kalau ada potensi di bawah itu kalau memang bisa dilaporkan, itu lebih bagus. Sehingga kami pasti akan langsung, langsung proses hukum. Kalau belum terjadi, kami ingatkan, spesifik tentang tindakan atau keterlibatan, sehingga bisa kita cegah dia," ucap Andika.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Namun apabila memang sudah terlanjur kejadian, Andika menekankan, harus dilakukan proses penegakan hukum.

"Tapi kalau sudah terjadi, apa boleh buat, tak boleh juga terjadi ya sudah proses hukum. Karena apa, itulah cara satu-satunya supaya semua pihak tidak akan mengulangi lagi. Sebab kalau kembal lagi salaman, olahraga, hanya begitu saja. Apakah, ya mereka menyesali, tapi akan lebih kena kalau konsekuensinya beneran," tutur Andika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini