Cegah Varian Omicron, 19 WNA Ditolak Masuk Indonesia

Isty Maulidya, Okezone · Jum'at 03 Desember 2021 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 337 2511528 cegah-varian-omicron-19-wna-ditolak-masuk-indonesia-GisEUBrjHr.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TANGERANG - Sebanyak 19 warga negara asing (WNA) ditolak masuk oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Soekarno-Hatta. Mereka ditolak masuk sesaat setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

Kasi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Jongky Ade Situngkir mengatakan, bahwa kedatangan WNA tersebut ditolak karena mereka tidak memenuhi syarat masuk ke Indonesia. Salah satunya tidak memiliki keterangan bebas Covid-19 dengan metode PCR.

"TPI Soekarno-Hatta sudah menolak sebanyak 19 orang WNA. Jadi mereka ini ditolak bukan serta merta subject Omicron. Melainkan mereka tidak mematuhi protokol kesehatan, tidak mempunyai PCR atau vaksin dosis lengkap," ujarnya, Jumat (3/12/2021).

Adapun WNA yang ditolak masuk ke wilayah Indonesia diantaranya, 6 WN Filipina, 4 WN Nigeria dan WNA adal Uni Emirat Arab. Penolakan dilakukan untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19 ke Indonesia.

"Ada juga berasal dari Amerika Serikat, Australia, Ghana, India, dan Pakistan masing-masing 1 orang," ujar Jongky.

Baca juga: WHO Minta Asia Pasifik Bersiap Hadapi Lonjakan Infeksi Covid-19 Varian Omicron

Sementara itu, pihak imigrasi juga akan menolak seluruh WNA yang memiliki riwayat bepergian ke 11 negara dalam kurun 14 hari yaitu, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, Lesotho, Afrika Selatan, Botswana, dan Hong Kong.

Baca juga: Polri Gelar Apel Kasatwil Bahas Persiapan Event Internasional hingga Antisipasi Omicron

"Penanganan WNA yang berasal dari 11 negara tersebut kita tolak, tidak ada pengecualian," tegasnya.

Selain itu, kantor imigrasi juga akan berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta untuk mempercepat pemeriksaan riwayat perjalanan WNA yang baru tiba di Terminal 3 Bandara Soetta.

"Kita mempunyai layer pertama bagi subject 11 negara. Apabila subject 11 negara ini turun (pesawat), petugas Imigrasi memeriksa apakah yang bersangkutan pernah transit atau pernah tinggal di 11 negara yang tidak diperbolehkan (masuk ke Indonesia). Apabila ditemukan, maka kita langsung mengarahkan untuk langsung berangkat menggunakan airlines (pesawat) yang telah membawa mereka ke negara kita," tuturnya.

Diketahui sebelumnya bahwa masa karantina bagi pelaku perjalanan internasional baik WNI maupun WNA pada saat kedatangan dilakukan tes ulang RT-PCR dan diwajibkan menjalani karantina selama 10 x 24 jam. Setelah itu, dilakukan RT-PCR kedua pada hari ke-9 karantina bagi yang melakukan karantina dengan durasi 10 x 24 jam.

Bagi WNI yang tiba dari Afrika Selatan, Botswana dan Hong Kong, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini dan Lesotho, dilakukan RT-PCR saat kedatangan, lalu karantina 14 x 24 jam. Pada hari ke-13 dilakukan RT-PCR kedua.

Baca juga: WHO Sebut Omicron Lebih Menular, Tapi Lebih Jinak dari Varian Delta

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini