Fenomena Super New Moon dan Gerhana Matahari Total Akan Terjadi Bersamaan

Alvin Agung Sanjaya, Okezone · Jum'at 03 Desember 2021 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 337 2511494 fenomena-super-new-moon-dan-gerhana-matahari-total-akan-terjadi-bersamaan-uMA0fIYiJ2.jpg Gerhana Matahari (Foto: Republic World)

JAKARTA - Gerhana Bulan Baru atau Super New Moon hingga Gerhana Matahari Total akan mengalami puncaknya secara bersamaan pada akhir pekan ini. Kedua fenomena itu diprediksi bakal terjadi pada 4 Desember 2021.

Bagi Anda yang menyukai fenomena Gerhana Matahari. Yuk simak apa itu Gerhana Matahari Total?

Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari Total adalah fenomena yang terjadi ketika Bulan menutupi matahari sepenuhnya, sehingga menimbulkan bayangan di Bumi, baik sepenuhnya atau sebagian menghalangi cahaya Matahari di beberapa daerah.

Baca Juga:  Fenomena Super Moon Terjadi Pekan Ini, Berikut Perbedaannya dengan Gerhana Bulan Biasa

Sayangnya, Indonesia tidak bisa menyaksikannya. Fenomena Gerhana Matahari Total ini terjadi secara eksklusif di Antartika.

Gerhana Matahari total kali ini merupakan gerhana ke-13 dari 70 gerhana dalam Seri Saros ke-152.

Pada Desember 2021 ini, Gerhana Matahari Total terjadi sejak pukul 07.303 - 08.04 Universal Time, di wilayah Antartika yang terkena umbra Bulan akan mengalami Gerhana Matahari Total dengan durasi totalitas antara 90-116 detik. Lebar umbra Bulan di permukaan Bumi pada dasarnya bervariasi, yakni antara 421-450 Km.

Apa yang terjadi di Langit Indonesia

Walaupun Gerhana Matahari Total tidak bisa disaksikan, Tenang. Fenomena Puncak Hujan Meteor Phoenicid dan Puppid-Velid akan menghiasi langit-langit Indonesia pada 6-7 Desember 2021 dan bisa disaksikan sejak 20 menit setelah terbenam matahari hingga keesokan harinya pukul 02.15 waktu setempat dari arah tenggara hingga barat daya.

Baca Juga:  4 Konflik Keluarga Akibat Rebutan Harta Warisan

Di Indonesia, intensitas hujan meteor Phoenicid berkisar 51 meteor/jam (Sabang) hingga 74 meteor/jam (Pulau Rote). Ini dikarenakan titik radian berkulminasi pada ketinggian 31 derajat hingga 48 derajat arah selatan. Sedangkan intensitas hujan meteor Puppid-Velid berkisar enam meteor/jam (Sabang) hingga delapan meteor/jam (Pulau Rote). Ini dikarenakan titik radian berkulminasi pada ketinggian 39-56 derajat arah selatan.

Untuk bisa menyaksikan fenomena ini, cuaca di sekitar lokasi pemantauan harus cerah dan bebas dari penghalang maupun polusi cahaya di sekitar medan pandang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini