Share

Jateng Jadi Wilayah dengan Frekuensi Bencana Paling Tinggi dalam 5 Tahun Terakhir

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 03 Desember 2021 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 337 2511445 jateng-jadi-wilayah-dengan-frekuensi-bencana-paling-tinggi-dalam-5-tahun-terakhir-U1949dET3G.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari melaporkan frekuensi kejadian bencana paling tinggi dalam 5 tahun terakhir yakni di Jawa Tengah.

“Kita melihat ke belakang sedikit data 5 tahun terakhir, yang terpenting di sini yang mau saya highlight adalah kita sudah mengidentifikasi hotspot atau provinsi-provinsi dengan kejadian bencana paling sering dalam 5 tahun terakhir,” kata Aam panggilan akrabnya dalam Konferensi Pers secara virtual, Jumat (3/12/2021).

Artinya, kata Aam, seharusnya intervensi dan fokus perhatian saat ini adalah kepada daerah-daerah yang memiliki frekuensi kejadian bencana tertinggi ini. “Memang sudah kita fokuskan disini. Tetapi mungkin banyak beberapa kondisi yang perlu kita optimalkan.”

Aam mengatakan kejadian bencana tertinggi untuk Sumatera itu adalah Aceh dan Sumatera Barat. Kemudian untuk Jawa adalah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kalimantan adalah Kalimantan Selatan. Sulawesi adalah di Sulawesi Selatan.

“7 kawasan ini adalah hotspot dengan frekuensi kejadian paling tinggi dalam 5 tahun terakhir dengan frekuensi paling banyak itu ada di Jawa Tengah 4.201 kali kejadian. Di mana hampir 95% dari seluruh kejadiannya adalah bencana hidrometeorologi,” papar Aam.

Namun, kata Aam, jika melihat periode 2021 ada pergeseran frekuensi kejadian bencana di wilayah Pulau Jawa yakni dari Jawa Tengah menjadi Jawa Barat. “Kalau kita lihat selama tahun 2021 ada sedikit pergeseran, jadi kalau tadi dalam 5 tahun yang paling tinggi frekuensi kejadian bencana adalah Jawa Tengah. Sekarang kalau kita selama 2021 itu bergeser ke Jawa Barat 651 kejadian. Meskipun untuk Sumatera tetap Aceh. Kemudian Jawa tetap Jawa Barat Jawa Timur Jawa Tengah. Sulawesi Selatan tetap.”

Di Kalimantan, kata Aam juga ada pergeseran. Jika di data 5 tahunan dari 2016-2020, konsentrasi kejadian bencana itu terfokus di Kalimantan Selatan. Sedangkan dalam kurun 2021, dari Januari hingga 1 Desember mulai ada pergeseran tidak hanya di Kalimantan Selatan, tetapi juga Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

“Ini didominasi oleh kejadian banjir di 4 Kabupaten Kalimantan Barat, 4 Kabupaten Kalimantan Tengah. Jadi mulai ada pergeseran hotspot di Kalimantan. Ini mungkin dan juga di Jawa, ini menjadi perhatian kami juga di BNPB,” papar Aam.BNPB: Frekuensi Kejadian Bencana Paling Tinggi 5 Tahun Terakhir di Jawa Tengah

JAKARTA, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari melaporkan frekuensi kejadian bencana paling tinggi dalam 5 tahun terakhir yakni di Jawa Tengah.

“Kita melihat kebelakang sedikit data 5 tahun terakhir, yang terpenting di sini yang mau saya hilight adalah kita sudah mengidentifikasi hotspot atau provinsi-provinsi dengan kejadian bencana paling sering dalam 5 tahun terakhir,” kata Aam panggilan akrabnya dalam Konferensi Pers secara virtual, Jumat (3/12/2021).

Artinya, kata Aam, seharusnya intervensi dan fokus perhatian saat ini adalah kepada daerah-daerah yang memiliki frekuensi kejadian bencana tertinggi ini. “Memang sudah kita fokuskan disini. Tetapi mungkin banyak beberapa kondisi yang perlu kita optimalkan.”

Aam mengatakan kejadian bencana tertinggi untuk Sumatera itu adalah Aceh dan Sumatera Barat. Kemudian untuk Jawa adalah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kalimantan adalah Kalimantan Selatan. Sulawesi adalah di Sulawesi Selatan.

“7 kawasan ini adalah hotspot dengan frekuensi kejadian paling tinggi dalam 5 tahun terakhir dengan frekuensi paling banyak itu ada di Jawa Tengah 4.201 kali kejadian. Di mana hampir 95% dari seluruh kejadiannya adalah bencana hidrometeorologi,” papar Aam.

Namun, kata Aam, jika melihat periode 2021 ada pergeseran frekuensi kejadian bencana di wilayah Pulau Jawa yakni dari Jawa Tengah menjadi Jawa Barat. “Kalau kita lihat selama tahun 2021 ada sedikit pergeseran, jadi kalau tadi dalam 5 tahun yang paling tinggi frekuensi kejadian bencana adalah Jawa Tengah. Sekarang kalau kita selama 2021 itu bergeser ke Jawa Barat 651 kejadian. Meskipun untuk Sumatera tetap Aceh. Kemudian Jawa tetap Jawa Barat Jawa Timur Jawa Tengah. Sulawesi Selatan tetap.”

Di Kalimantan, kata Aam juga ada pergeseran. Jika di data 5 tahunan dari 2016-2020, konsentrasi kejadian bencana itu terfokus di Kalimantan Selatan. Sedangkan dalam kurun 2021, dari Januari hingga 1 Desember mulai ada pergeseran tidak hanya di Kalimantan Selatan, tetapi juga Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

“Ini didominasi oleh kejadian banjir di 4 Kabupaten Kalimantan Barat, 4 Kabupaten Kalimantan Tengah. Jadi mulai ada pergeseran hotspot di Kalimantan. Ini mungkin dan juga di Jawa, ini menjadi perhatian kami juga di BNPB,” papar Aam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini