Share

Tegur Polisi, Jokowi : Saya Dihina Sudah Biasa, Ada Mural Aja Takut, Ngapain?

Dita Angga R, Sindonews · Jum'at 03 Desember 2021 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 337 2511296 tegur-polisi-jokowi-saya-dihina-sudah-biasa-ada-mural-aja-takut-ngapain-n2a5Dppop6.jpg Presiden Jokowi. (Foto : Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti turunnya indeks kebebasan berpendapat di Indonesia. Karena itu, Kepala Negara menegur pihak kepolisian agar berhati-hati dengan ini.

Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialogis harus dikedepankan daripada sedikit-sedikit melakukan penangkapan.

“Hati-hati terhadap yang namanya indeks kebebasan berpendapat turun. Karena ini persepsi lagi. Dilihat oleh masyarakat, sekali lagi ini persepsi. Dikit-dikit ditangkap. Oleh sebab itu pendekatan harus persuasif dan dialogis. Persuasif dan dialog,” katanya saat memberikan Pengarahan Kepada Kepala Kesatuan Wilayah Tahun 2021, Jumat (12/3/2021).

Jokowi memberikan contoh kecil berkaitan dengan mural yang berisi kritikan kepada dirinya dan langsung dihapus pihak kepolisian. Dia memastikan, itu bukanlah perintahnya maupun Kapolri.

“Mural dihapus. Saya tahu enggak mungkin itu perintahnya Kapolri juga enggak mungkin. Perintahnya kapolda juga enggak mungkin. Perintahnya kapolres juga mungkin enggak mungkin. Itu sebetulnya urusan di polsek yang saya cek di lapangan. Tapi nyatanya dihapus. Oleh sebab itu beritahu kapolsek-kapolsek sampai kapolsek diberitahu. Itu urusan kecil,” ujarnya.

Baca Juga : Pesan Jokowi ke Kapolri : Kasus Covid-19 Naik Terus, Kapolda Akan Dicopot

Jokowi mengatakan dirinya biasa difitnah dan dihina sehingga persoalan mural adalah hal kecil.

“Saya datang ke sebuah daerah ada mural dihapus. Ramai. Apa presiden nyuruh kan. Urusan mural, oh urusan mural aja ngapain sih? Wong saya dihina, Saya dimaki-maki, difitnah udah biasa. Ada mural aja takut. Ngapain? Baca ini hati-hati. Ini kebebasan berpendapat,” katanya.

Meski begitu, dia tetap mengingatkan jika sudah menyebabkan ketertiban masyarakat di daerah menjadi terganggu maka akan beda soal.

“Sehingga saya mengapresiasi di balik oleh kapolri membuat lomba mural. Saya kira hasilnya positif,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini