Harta Nurul Ghufron Meningkat Rp4,25 Miliar, Wakil Ketua KPK Beri Penjelasan Gamblang

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Jum'at 03 Desember 2021 03:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 337 2511127 harta-nurul-ghufron-meningkat-rp4-25-miliar-wakil-ketua-kpk-beri-penjelasan-gamblang-vwzlYFoefr.jpeg Nurul Ghufron. (Foto: Dok Sindonews)

JAKARTA - Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menjelaskan secara gamblang ihwal kepemilikan harta yang mencapai Rp13,48 miliar per Desember 2020. Hartanya meningkat Rp4,25 miliar dari laporan 2019. Angka itu diketahui sesuai catatan laporan kekayaan harta penyelenggara negara (LHKPN). 

Menurutnya, nilai hartanya terus mengalami kenaikan lantaran ada beberapa aset yang dimiliki, salah satunya properti.

"Perlu saya jelaskan aset saya kebanyakan properti tanah dan bangunan yang saya beli dari lelang negara. Selanjutnya saya renovasi dan saya jadikan rumah atau kosan, kadang saya jual kembali setelah renovasi,” kata Nurul saat dikonfirmasi, Kamis (2/12/2021).

Dia mengungkapkan, kosan yang memiliki nilai harta tertinggi berada di daerah Jember, Jawa Timur. "Saya di Jember memiliki tiga lokasi kosan yang kamarnya total sekitar 70 kamar," ungkapnya.

Dia menuturkan, pada pandemi Covid-19 ini tidak dipungkiri nilai harta yang diperoleh dari usaha kosan mengalami penurunan. Kendati demikian, lanjut dia, dalam pelaporan LHKPN seluruh hartanya ikut dilaporkan.

Baca juga: Mengenal PNS Terkaya di Indonesia, Punya Harta Rp1,6 Triliun

"Saya laporkan bukan saja sebagai harga pasar rumah, namun saya laporkan sebagai rumah kosan yang nilainya bisa menjadi dua kali lipat dari harga belinya. Sehingga kenaikan LHKPN tersebut karena penyesuaian nilai harta tersebut," tuturnya.

Berdasarkan data LHKPN, pada laporan tahun 2019, harta tanah dan bangunan berjumlah Rp8.220.000.000 (Rp8,2 miliar) dan pada laporan 2020 terjadi kenaikan menjadi Rp11.080.000.000 (Rp11 miliar). Terjadi penambahan tanah seluas 580 m2 di Jakarta Selatan di tahun 2020 dari hasil sendiri senilai Rp2.860.000.000 (Rp2,8 miliar).

Berbeda pada harta alat transportasi dan mesin yang mengalami penurunan. Pada laporan 2019, Ghufron memiliki satu mobil Suzuki Ertiga, Motor Beat dan Mobil Pajero dengan nilai total Rp472.000.000. 

Namun pada laporan 2020, total harta alat transportasi dan mesin menurun menjadi Rp297.000.000. Pada laporan 2020, hanya motor Beat dan mobil Toyota Innova Reborn yang dilaporkan, mobil Ertiga dan Pajero tidak ada dalam laporan tersebut.

Kenaikan juga terjadi pada harta bergerak, pada laporan 2019 memiliki total Rp137.977.500 dan bertambah pada 2020 menjadi Rp162.769.600.

Pada laporan 2020 juga bertambah adanya harta surat berharga senilai Rp500.000.000. Lalu pada kas dan setara kas pada laporan 2019 senilai Rp982.880.161, terjadi penambahan pada 2020 menjadi Rp2.706.880.970 (Rp2,7 miliar).

Lalu pada harta lainnya terjadi penambahan pada laporan 2020 dengan nilai Rp121.600.000. Utang pada laporan 2020 juga bertambah menjadi Rp1.379.000.000 (Rp1,3 miliar) dari laporan 2019 Rp582.000.000. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini