Kisah Firli Bahuri, dari Anak Lontar Menjadi Jenderal Polri hingga Pemimpin KPK

Mohammad Adrianto S, Okezone · Kamis 02 Desember 2021 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 337 2511002 kisah-firli-bahuri-dari-anak-lontar-menjadi-jenderal-polri-hingga-pemimpin-kpk-5w4WrALnu1.jpg Ketua KPK Firli Bahuri semasa muda/ dok pribadi

JAKARTA - Desa Lontar adalah sebuah desa cukup terpelosok di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel). Desa ini berjarak sekitar 5 jam 13 menit perjalanan dari Kota Palembang.

(Baca juga: Mengintip Kesederhanaan Hidup Ketua KPK Firli Bahuri)

Pada 8 November 1963 di Desa Lontar Muara Jaya, OKU lahirlah seorang bayi laki-laki, anak seorang petani di rumah yang sederhana. Anak tersebut diberi nama Firli Bahuri.

Kehidupan Firli Bahuri kecil tidak mudah. Di usianya yang ke-5 tahun, dirinya ditinggal sang ayah selama-lamanya, dan menjadikannya anak yatim. Bahkan untuk sekolah di SD Lontar, Muara Jaya, OKU, dirinya harus menempuh jalan kaki 16 kilometer setiap hari pergi dan pulang.

(Baca juga: Ketua KPK : Korupsi Telah Merampas Hak-Hak Rakyat!)

Menjadi anak yatim, Firli kecil sudah menjadi tulang punggung membantu ibunya dan mencari nafkah untuk keluarga. Dirinya berjualan kue dan bekerja mencuci mobil untuk biaya sekolah.

Namun, Firli terus menjadi anak baik dan tetap menggapai mimpinya. Tahun 1982, Firli lulus dari SMA-nya yaitu SMA Negeri 3 Palembang dengan nilai yang terbilang baik.

Setelah lulus, Firli mendaftar masuk ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Namun, dirinya gagal diterima masuk.

Tidak menyerah sampai di sana, tahun 1984 Firli mendaftar polisi dan menjadi Bintara dengan Pangkat Sersan Dua. Dan akhirnya, tahun 1987 Firli Lolos Sebagai Capratar AKABRI Kepolisian di Magelang, Jawa Tengah.

Firli Bahuri lalu bertugas di Jakarta sebagai Komandan Peleton II Sabhara Direktorat Samapta Polda Metro Jaya. Dirinya bahkan sempat diangkat menjadi ajudan Wakil Presiden Boediono.

Perlahan tapi pasti, Firli berhasil merangkak hingga posisi tertinggi di Polri. Mulai dari Jenderal Bintang Satu, hingga Kapolda di Nusa Tenggara Barat (NTB) .

Firli juga berhasil menjadi Jenderal Bintang 2 menjabat Kapolda Sumsel, tanah kelahirannya. Sepulangnya ke tanah kelahiran, Firli menunjukan sosoknya yang rendah hati dan merakyat.

Tidak hanya itu, dirinya juga diketahui amat dekat dengan keluarga. Terbukti Firli selalu mengusahakan membawa makanan buatan sang istri kala berangkat kerja.

Dan sejak 2019 hingga tahun 2023 nanti, Firli resmi mengemban amanah sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini