Cegah Varian Omicron, Luhut: Pejabat Negara Dilarang Bepergian ke Luar Negeri

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 02 Desember 2021 08:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 337 2510630 cegah-varian-omicron-luhut-pejabat-negara-dilarang-bepergian-ke-luar-negeri-v3w14mh8M5.jpg Luhut Pandjaitan (Dok Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Pandjaitan menegaskan, pejabat negara saat ini dilarang bepergian ke luar negeri. Kebijakan tersebut untuk mengantisipasi varian Omicron yang telah menyebar di sejumlah negara.

Sejumlah langkah antisipasi yang disiapkan pemerintah utamanya ditujukan bagi Warga Negara Indonesia yang akan berpergian ke luar negeri.

“Pejabat negara khususnya dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri,” tegasnya dikutip dari laman resmi Kemenko Marves, Kamis (2/12/2021).

Luhut menambahkan, larangan terhadap pejabat negara tersebut berlaku kepada seluruh lapisan jabatan, terkecuali bagi yang melaksanakan tugas penting negara.

Terkait larangan perjalanan ke luar negeri, Luhut menambahkan, ini sifatnya masih imbauan bagi masyarakat.

“Bagi masyarakat umum sifatnya masih imbauan. Jadi WNI diimbau agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dulu. Hal ini untuk mencegah dan menjaga terus terkendalinya pandemi di negara ini,” jelasnya.

Pemerintah, menurut Luhut, saat ini juga akan menyiapkan booster vaksin ketiga yang ditujukan untuk para lansia dan kelompok rentan.

Baca Juga : Imbas Varian Omicron, Aturan Karantina Pelancong Internasional Diperpanjang Jadi 10 Hari

“Pemberian booster akan segera dijadwalkan dan mulai dilaksanakan pada periode Januari tahun depan,” katanya.

Berdasarkan arahan Presiden, masa karantina bagi WNA dan WNI pelaku perjalanan dari negara-negara di luar 11 negara yg dilarang masuk kemarin, ditambah menjadi 10 hari dari sebelumnya 7 hari. Langkah ini diambil mempertimbangkan semakin banyaknya negara yang mendeteksi variant omicron. Perpanjangan masa karantina ini akan berlaku sejak 3 Desember.

“Tentunya kebijakan yang diambil ini akan terus dievaluasi secara berkala sambil kita terus memahami dan mendalami informasi tentang varian baru ini,” tutur Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini