Share

Daftar 5 Aksi 212 yang Digelar Setiap Tahun

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 02 Desember 2021 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 337 2510602 daftar-5-aksi-212-yang-digelar-setiap-tahun-i7cfgzUpjs.jpg Aksi reuni 212 (Foto: Okezone)

AKSI 212 merupakan aksi massa yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Aksi perdana ini dilakukan pada 2 Desember 2016 sebagai respons atas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dianggap menistakan agama Islam.

Setelah aksi perdana 212 pada 2016, para alumni 212 rutin menggelar acara bertajuk Reuni Aksi 212 pada tahun-tahun setelahnya. Berikut aksi 212 yang pernah dilakukan:

2016

Massa menggelar aksi di Monumen Nasional, Jakarta yang menuntut Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dipenjara lantaran kasus penistaan agama. Ahok dinilai telah melakukan penistaan agama ketika melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Ketika berpidato, ia menyinggung Surat Al Maidah Ayat 51.

Baca Juga:  11 Titik Jalan Sekitar Monas dan Istana Ditutup hingga Pukul 21.00 WIB

Rekaman video itu pun viral di media sosial dan berujung dengan dilaporkannya Ahok kepada pihak berwajib atas kasus penistaan agama. Massa tidak hanya datang dari Jakarta, namun beberapa daerah lain di Indonesia. Presiden Joko Widodo turut bergabung dan melaksanakan Jumat bersama jutaan massa yang hadir. Hingga akhirnya, Ahok dinyatakan bersalah pada 9 Mei 2017 dan divonis 2 tahun penjara.

2017

Panita Reuni Akbar 212 di tahun 2017 mengklaim bahwa peserta yang mengikuti acara ini sebanyak 7,5 juta orang. Namun, laporan tersebut berbeda dari laporan kepolisian yang menyebutkan 30 ribu orang yang hadir. Habib Rizieq Shihab ikut berorasi dalam reuni ini, yang disampaikan melalui teleconference dari Arab Saudi.

Sebelumnya, sempat beredar kabar Habib Rizieq akan pulang untuk ikut‎ Reuni 212. Namun ternyata, Rizieq tidak hadir. Tokoh-tokoh penting turut hadir dalam gelaran ini. Salah satunya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang kemudian tidak pernah absen dalam Reuni 212 selanjutnya.

2018

Reuni 212 dilakukan pada 2 Desember 2017. Acara ini kembali digelar di kawasan Monas. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut hadir dalam reuni ini dan menyampaikan pidatonya. Selain Anies, Prabowo Subianto juga turut hadir. Massa aksi pun histeris dan menyerukan nama Prabowo.

Baca Juga:  Antisipasi Reuni 212, Ribuan Aparat Gabungan Diterjunkan

Selain sambutan dari sejumlah tokoh, Lagu 'Astaghfirullah Punya Presiden Si Raja Bohong' diputar di Reuni 212 setelah ceramah Habib Rizieq Shihab diperdengarkan. Dalam acara ini, dikabarkan seorang pria peserta aksi meninggal dunia lantaran kelelahan.

2019

Reuni Akbar 212 diawali dengan Sholat Tahajud, zikir, Sholat Subuh bersama hingga bermunajat kepada Allah SWT. Mereka yang hadir rata-rata mengenakan pakaian nuansa putih. Tampak sejumlah tokoh hadir, seperti KH Ahmad Sobri Lubis, Yusuf Martak, Qurtubi Jaelani. Seperti tahun sebelumnya, di tahun ini Habib Rizieq Shihab tidak hadir lantaran masih di Arab Saudi. Tokoh lain yang tidak tampak adalah Prabowo Subianto karena tidak diundang oleh pihak panitia.

2020

Reuni Akbar 212 yang setiap tahunnya digelar, tidak dapat terlaksana pada 2020 karena situasi pandemi Covid-19. Sebagai alternatif, acara rutin yang diadakan setiap 2 Desember ini dilakukan secara online. Habib Rizieq Shihab bertindak sebagai pembicara utama.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dipandu oleh Haikal Hasan. Para tokoh hadir dalam acara yang diselenggarakan secara online tersebut, mulai dari akademi, politisi hingga ulama.

Pada hari ini, 2 Desember 2021, Ketua Panitia Reuni 212 pada tahun ini, Eka Jaya, mengatakan, bakal menggelar reuni 212. Konsep acara reuni akbar akan diubah dengan aksi superdamai bila tak mendapat izin. Dalam aksi tersebut, rencananya orasi-orasi dari mobil komando akan tetap ada.

Namun, Polda Metro Jaya tidak memberikan izin untuk gelaran Reuni Akbar 212 mengingat pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia. Polisi tetap akan menggelar pengamanan sekitar Patung Kuda dan Istana Merdeka untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan, bagi masyarakat yang tetap melakukan aksi akan dikenakan tindak pidana. Sejumlah pasal yang akan diterapkan bagi peserta aksi yang memaksa melakukan aksi akan dijerat Pasal 212 KUHP, 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP. Selain tiga pasal KUHP tersebut, juga akan dikenakan sanksi UU Karantina Kesehatan.

Diolah dari berbagai sumber Tika Vidya Utami/Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini