Misteri 3 Patung Kera Tutup Mulut, Mata hingga Telinga di Sendang Dangkrong Karanganyar

Solopos.com, · Rabu 01 Desember 2021 19:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 337 2510464 misteri-3-patung-kera-tutup-mulut-mata-hingga-telinga-di-sendang-dangkrong-karanganyar-K89dJBIXUw.jpg Arca di Sendang Dongkrong Karanganyar (Foto: Istimewa)

KARANGANYAR - Sendang Dangkrong merupakan kolam yang berada di Dusun Nglano, Desa Pandeyan, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Sendang ini tak terlalu lebar dengan airnya yang keruh.

Juru kunci Sadiman mengatakan bahwa Sendang Dangkrong merupakan sebuah petilasan yang memiliki “penunggu” bernama Eyang Jogo Suto dan Eyang Jogo Suworo.

Kompleks Sendang Dangkrong terbagi dalam tiga tempat. Di timur merupakan petilasan, tengah adalah tempat sholat, dan bagian barat adalah tugu. Lokasi ini dulunya merupakan kuburan ikan atau kepala dan kaki kambing yang jadi persembahan.

“Di dalam Sendang juga terdapat patung tiga ekor kera, yang satu menutup mata, satu lagi menutup telinga dan yang satunya lagi menutup mulut. Artinya kita harus waspada dengan apa yang dilihat, waspada dengan apa yang didengar dan waspada dengan apa yang kita bicarakan,” jelas Sadiman.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Sendang Tlimo, Sungai Bawah Tanah di Tengah Hutan Jombang

Sementara itu Jogo Suto, menurut Sadiman, berarti menjaga perbuatan dari yang tidak baik. Sementara Jogo Suworo artinya jangan asal berbicara.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Candi Ceto, Ada Arca Kelamin hingga Tempat Melepas Kutukan

Sendang Dangkrong kerap jadi tempat orang-orang yang meminta dikabulkan hajat mereka. Menurut Sadiman, banyak yang memintanya tidak kepada Tuhan. Padahal, Sendang Drangkrong hanya tempat sarana ibadah saja. Jika ingin memohon sesuatu, maka tetap kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pria paruh baya ini menambahkan bahwa dari sekian banyak orang yang datang untuk meminta kekayaan dan jabatan, sebagian besar di antaranya terkabulkan keinginan mereka. Bahkan Sadiman menyebut 90 persen terkabul.

“Mereka memohon agar dikabulkan hajat-hajatnya seperti memohon kekayaan dan memohon jabatan tetapi tidak kepada Tuhan. Banyak yang sudah berhasil, tetapi saya tidak bertanggung jawab karena itu merupakan urusan pribadi masing-masing,” kata pria tua itu di Sendang Dangkrong.

“Kalau memang dikabulkan apa yang diminta, jangan lupa ke sini [Sendang Dangkrong] lagi. Bersyukur di sini. Biasanya kalau malam itu suka ada orang yang datang ke sini . Kadang lima enam orang, untuk jamnya tidak tentu kadang jam 00.00 WIB kadang jam 22.00 WIB sudah ada,” kata dia.

Baca juga: Viral Sejoli Mesum di Kebun Teh Karanganyar, Kades Sayangkan Video Tersebar

Lebih jauh, Sendang Dangkrong juga memiliki keterkaitan dengan mitos larangan menikah antara warga Dusun Nglano dengan Dusun Suruh Kalong/Wangan. Kalau nekat, hubungan pernikahan itu diyakini tak bertahan lama. Mitos itu masih diyakini sebagian warga setempat.

Baca juga: Keracunan Massal Usai Buka Puasa, Satu Warga Karanganyar Meninggal

“Memang benar ada mitos seperti itu. Sebenarnya boleh menikah antara warga Nglano dan Suruh, tapi pengantin jangan lewat jalan sendang ini. Harus lewat jalan yang lain. Tapi memang orang dulu melarang. Jadi itu hanya mitos, tapi kalau dilanggar memang kenyataannya benar terjadi bahwa pengantin tidak akan bertahan lama,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini