Share

Kemenkes: Lebih dari 20 Negara Melaporkan Adanya Kasus Varian Omicron, Terakhir Jepang

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 01 Desember 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 337 2510400 kemenkes-lebih-dari-20-negara-melaporkan-adanya-kasus-varian-omicron-terakhir-jepang-szAMlOpjfq.jpg Illustrasi (foto: freepick)

JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi melaporkan per 1 Desember 2021 ini sebanyak lebih dari 20 negara telah melaporkan adanya varian Omicron.

“Saat ini per 1 Desember sudah lebih dari 20 negara ya, yang melaporkan adanya varian Omicron ini seperti Inggris, Austria, Italia, Jerman, Australia dan lain sebagainya. Hari ini ditambah negara Jepang yang melaporkan tambahan kasus Omicron,” ungkap Nadia dalam Konferensi Pers secara virtual, Rabu (1/12/2021).

Baca juga:  Peneliti Oxford Sebut Vaksin Lama Masih Efektif Lawan Omicron

Nadia mengatakan, kondisi ini sangat mungkin akan bertambah terus jumlahnya. “Dan kita melihat terjadi peningkatan kasus konfirmasi dari 161 kasus menjadi 249,” katanya.

Namun, Nadia meminta masyarakat agar tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan. “Tentunya kita tidak perlu panik, tetapi kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan kita,” paparnya.

Baca juga:   Brasil Laporkan Kasus Covid-19 Varian Omicron, Pertama di Amerika Latin

Nadia mengatakan ada beberapa upaya yang dapat dilakukan sebagai upaya mencegah varian Omicron ini masuk diantaranya adalah memastikan protokol kesehatan selalu ditetapkan meskipun sudah divaksinasi.

 

Kemudian, upaya penemuan kasus yang dilanjutkan dengan pemeriksaan jenis varian tetap perkuat pelacakan kontak dan investigasi kasus-kasus yang berkelompok atau berklaster. “Dan tentu kita terus berupaya meningkatkan serta percepatan cakupan vaksinasi kita,” kata Nadia.

Selain itu, Nadia mengatakan bahwa Indonesia telah memiliki kapasitas dan sistem deteksi varian Covid-19 yang sudah terbentuk mulai dari nasional sampai dengan daerah untuk memantau kemungkinan adanya varian-varian baru baik kasus impor maupun varian yang mungkin muncul dari dalam negeri.

“Selalu waspada jika ada peningkatan kasus yang tidak biasa atau munculnya klaster-klaster besar atau peningkatan kasus pada orang yang telah divaksinasi maupun peningkatan keparahan pada pasien Covid-19. Ini dapat menjadi penanda awal adalah risiko varian-varian baru virus Covid-19,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini