Share

Ledakan Kasus AIDS Akibat Homoseksual Makin Gawat saat Pandemi

Agregasi KR Jogja, · Rabu 01 Desember 2021 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 337 2510387 ledakan-kasus-aids-akibat-homoseksual-makin-gawat-saat-pandemi-xFO74PdEWM.jpg Foto: word aids day

KLATEN – Tepat hari ini, Rabu, 1 Desember 2021, seluruh dunia memperingati Hari AIDS Sedunia. Peringatan ini dilakukan setiap tahunnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia. Kasus Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS )di Indonesia di masa pandemi, melonjak tajam.

(Baca juga: Peristiwa 1 Desember: Hari AIDS Sedunia)

Seperti di Kabupaten Klaten sedang terjadi ledakan kasus HIV/AIDS yang disebabkan penyimpangan seksual homoseksual dan kasus ibu rumah tangga.

Demikian diutarakan Pegiat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Klaten, Amin Bagus Panuntun dalam sebuah talkshow di RSPD Klaten.

“Sejak 2007 sampai Oktober 2021, warga Klaten yang masuk kategori Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) pernah masuk perawatan sebanyak 1.147 orang, ibu hamil masuk perawatan karena mengidap HIV ada 49 orang, ODHA yang melakukan terapi Antiretroviral Therapy (ART) sebanyak 383 orang, ODHA Lost Follow Up (LFU) atau perawatan 294 orang, ODHA rujuk keluar 53 orang dan meninggal dunia ada 153 orang,” ujarnya dikutip Krjogja, Rabu (1/12/2021).

(Baca juga: Hari AIDS Sedunia, Berikut 5 Negara dengan Jumlah Pengidap HIV Tertinggi Sejagat)

Oleh karena itu, ledakan kasus HIV/AIDS di Klaten akibat homoseksual dan ibu rumah tangga harus menjadi perhatian semua pihak. Orangtua harus selalu mengawasi anak-anaknya terutama anak laki-laki agar tidak terjebak dalam homoseksual. “Peran tokoh agama agar semakin dimaksimalkan untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu pegiat senior KPA Klaten, Fauzi Rifai menceritakan pengalamannya saat membantu perawatan warga yang mengidap HIV/AIDS. Pasien tersebut mengucur darah di hidungnya dan sempat terhuyung sehingga menubruknya. Karena dalam penanganan pasien sudah menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tepat, maka dirinya tidak takut membantu pasien HIV/AIDS tersebut untuk mendapatkan perawatan.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Dikatakan, agar masyarakat terhindar dari HIV/AIDS kuncinya adalah jangan melakukan seks berisiko, setia pada pasangan bagi yang sudah menikah dan melakukan test HIV/AIDS di Puskesmas atau rumah sakit, serta selalu berperilaku hidup sehat. Saat ini di Klaten ada komunitas ODHA dan diharapkan bila warga tahu kalau ada warga mengidap HIV/AIDS untuk tidak dikucilkan.

Fauzi Rifai menjelaskan, HIV merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh seseorang dan jika HIV tidak segera diobati maka seseorang tersebut akan menderita AIDS. Jadi AIDS merupakan penyakit yang timbul karena daya tahan tubuh memburuk, karena adanya HIV di dalam tubuh yang ditandai dengan diare berbulan-bulan tidak sembuh, penyakit kulit dan sariawan yang tidak sembuh-sembuh.

Ditambahkan, HIV / AIDS bisa diobati dengan minum obat Antiretroviral (ARV) setiap hari seumur hidup, sehingga virus HIV bisa dikendalikan dan saat ditest bahkan bisa nonreaktif atau negatif. Untuk mencegah agar tidak tertular HIV/AIDS tidak melakukan hubungan seks berisiko dan tidak menggunakan narkoba suntik serta dengan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala agar tidak terjebak dengan perilaku negatif seperti homoseksual yang kini harus terus diwaspadai.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini