Sejumlah Jabatan Wamen Kosong, Istana: Tak Harus Diisi Semuanya

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 01 Desember 2021 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 337 2510348 sejumlah-jabatan-wamen-kosong-istana-tak-harus-diisi-semuanya-M17apoLriH.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dalam beberapa waktu terakhir Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka jabatan wakil menteri (Wamen) untuk sejumlah kementerian. Adanya jabatan wakil menteri tersebut mendorong spekulasi di publik bahwa akan terjadi reshuffle kabinet.

Namun demikian, faktanya hingga kini sejumlah jabatan wakil menteri yang dibuka Presiden Jokowi belum terisi. Jabatan yang belum terisi tersebut antara lain Wamendikbudristek, Wamenpan-RB, Wamen Investasi, Wamen ESDM, hingga Wamen Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN).

Saat dikonfirmasi mengenai jabatan yang masih lowong itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menyebutkan tidak semua posisi wamen harus diisi. Peraturan tersebut sifatnya dinamis berdasarkan kebutuhan organisasi.

Baca juga: Ini Respon Istana Soal Polemik Wakil Menteri Rangkap Jabatan

"Dalam Perpres kelembagaan beberapa kementerian, memang ada posisi wakil menteri, tetapi tidak semuanya diisi. Diisi sesuai kebutuhan. kita sendiri secara kelembagaan akan merancang organisasi itu bersifat dinamis. Walaupun ada posisinya, tidak berarti harus diisi, itulah mengapa ada beberapa kementerian yang ada pos wamen diisi, ada beberapa yang lain tidak diisi," ucapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle Akhir Tahun, Pemerintah Fokus Omicron dan Nataru

Pratikno juga mengonfirmasi Presiden Jokowi belum berencana menempatkan personalia pada posisi Wamendikbudristek kendati jabatan itu sudah resmi dibuka sebagaimana Peraturan Presiden (Perpres).

"Sampai saat ini belum, kami akan terus lakukan evaluasi. Juga tentu saja kita melihat beban tugas dan juga dinamika yang ada di kementerian yang bersangkutan. Sampai saat ini belum ada rencana pengisian," ungkapnya.

Pratikno juga menegaskan Presiden Jokowi belum berencana melakukan kocok ulang kabinet atau reshuffle hingga akhir 2021 ini. Pasalnya, Kepala Negara dan pemerintah sedang fokus mengantisipasi masuknya varian Omicron ke Indonesia, serta mengantisipasi lonjakan kasus di periode Nataru.

"Sampai saat ini tidak ada rencana. Jadi semua fokus bekerja," pungkasnya.

Baca juga: Jokowi Sebut Jumlah Petani Semakin Berkurang dan Banyak yang Tua

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini