Share

Berbagai Motif Pelaku Lakukan Mutilasi, Ada yang Demi Makan dan Bayar Kos

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 02 Desember 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 337 2510341 berbagai-motif-pelaku-lakukan-mutilasi-ada-yang-demi-makan-dan-bayar-kos-bGGPAgH9vO.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kasus pembunuhan sadis kerap terjadi di Indonesia. Banyak motif yang melatarbelakangi, mulai dari cemburu sampai rasa dendam. Beragam latar belakang pelaku hingga nekat menghabisi korban dan memutilasinya. Berikut sederet motif pelaku dalam melakukan mutilasi.

1. Sakit hati Istri Dicabuli Korban

Polisi mengungkap kasus mutilasi di Jalan Raya Pantura, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan, motif tersangka melakukan pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban berinisial RS (28) lantaran korban menyetubuhi istri tersangka, MR (25).

Zulpan juga mengatakan pihaknya telah menemukan 10 potongan tubuh korban setelah mendapat laporan dari warga, pada Sabtu 27 November 2021 lalu. Kemudian korban RS diidentifikasi dan diketahui bahwa ia adalah seorang supir ojek online yang lahir di Jakarta pada Oktober 1992.

Pelaku pembunuhan disertai mutilasi di Bekasi ini berhasil ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. Sejumlah barang bukti dari golok hingga bantal turut diamankan.

Baca juga: Tiba di Rumah Duka, Jenazah Ojol Korban Mutilasi Disambut Histeris Keluarga

2. Demi Makan dan Bayar Kos

Tersangka pembunuhan disertai mutilasi di Kalibata City terhadap Rinaldi, yaitu DAF dan LAS melakukan aksinya demi makan dan membayar biaya indekos. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan kedua tersangka memiliki masalah ekonomi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: 1 Buron Tersangka Kasus Mutilasi di Bekasi Ditangkap

Rinaldi Harley Wismanu harus meregang nyawa di tangan teman kencannya pada 9 September 2020. Saat itu, korban dan tersangka LAS diduga saling mengenal lewat aplikasi Tinder dan sengaja memesan kamar sebuah apartemen di kawasan Pasar Baru pada tanggal 7 – 12 September 2020.

Namun setelah melakukan hubungan badan, korban dibunuh oleh kekasih DAF, kekasih LAS, yang sudah terlebih dahulu masuk ke kamar sewaan dan menunggu di kamar mandi. Ia lantas memukul kepala korban dengan batu bata sebanyak 3 kali dan menusuk tubuh korban menggunakan pisau sebanyak 7 kali.

Karena kebingungan, keduanya lalu memotong jasad Rinaldi menjadi 11 bagian dan dimasukkan ke kresek serta koper. Ada juga bagian tubuh yang dimasukkan ke sebuah ransel. Setelah itu, potongan tubuh dibawa ke salah satu apartemen di Jakarta Selatan.

Baca juga: Keluarga Korban Mutilasi di Bekasi Datangi RS Polri Kramat Jati

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP jo Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

3. Marah Sebab Suami Enggan Menjual Rumah

Aulia Kesuma divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena telah melakukan pembunuhan terhadap suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung dan anak sambungnya Dana, pada Agustus 2019.

Baca juga: Horor Mutilasi Driver Ojol di Bekasi, Diajak Pakai Narkoba Lalu Dibunuh saat Tertidur

Aulia yang kala itu terlilit utang hingga miliaran rupiah merasa marah kepada sang suami. Pasalnya, suami enggan menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus untuk membantu melunasi utangnya. Aulia melancarkan aksinya itu bersama dengan anak kandungnya, Geovanni Kelvin. Ia juga mengajak serta 2 eksekutor lainnya, Kusmawanti dan Nursahid.

Setelah berhasil membunuh Pupung dan Dana, pelaku kemudian menggotong jasad korban ke dalam mobil dan meninggalkannya di Sukabumi, Jawa Barat. Setelah itu, pelaku membakar jasad korban dengan menggunakan bensin.

4. Gangguan Jiwa

Pembunuhan sadis seorang bocah berusia 9 tahun terjadi di Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (Kalsel). Korban tewas dipenggal pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa saat sedang belajar kelompok.

Baca juga: Polisi Temukan Seluruh Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Bekasi

Dari informasi yang dirangkum, peristiwa keji itu terjadi di Desa Limpasu RT 8 RW 4, Selasa 17 September 2019. Berawal saat korban siswa SD kelas IV sedang belajar bersama dua temannya di teras rumah pelaku bernama Akhmad (35). Korban masih punya hubungan keluarga dan sudah terbiasa bermain dan belajar bersama-sama temannya di rumah pelaku.

Tiba-tiba pelaku datang dengan memegang parang dan langsung menganiaya korban hingga tewas termutilasi. Di waktu-waktu tertentu, pelaku seperti orang waras bahkan bisa bekerja dan membantu masyarakat. Jika pelaku kesurupan, maka dia memang mengamuk. Usai melakukan aksi kejinya, pelaku melarikan diri ke belakang rumah dan menyimpan parangnya di bawah pohon bambu. Warga yang tahu kejadian tersebut langsung menangkapnya.

Baca juga: 5 Fakta Mencengangkan Kasus Mutilasi di Bekasi, Motif Pelaku Terungkap

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini