5 Benda yang Digunakan Pelaku Pembunuhan Sadis, dari Palu hingga Tabung Gas

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 01 Desember 2021 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 337 2510311 5-benda-yang-digunakan-pelaku-pembunuhan-sadis-dari-palu-hingga-tabung-gas-u7tlPruIyJ.jpg Ilustrasi (Ist)

KEKERASAN dalam rumah tangga (KDRT) kerap terjadi di Indonesia, bahkan tak jarang berakhir dengan pembunuhan sadis. Alat untuk membunuh juga benda-benda yang biasa ditemukan di rumah, dari tabung gas hingga cobek.

KDRT atau domestic violence merupakan kekerasan berbasis gender yang terjadi di ranah personal. Kekerasan ini banyak terjadi dalam hubungan relasi personal. Pelaku adalah orang yang dikenal baik dan dekat oleh korban, misalnya tindak kekerasan yang dilakukan suami terhadap istri, ayah terhadap anak, paman terhadap keponakan, atau kakek terhadap cucu.

Bentuk-bentuk kekerasan yang tertuang di UU Penghapusan KDRT (PKDRT) meliputi kekerasan fisik di Pasal 6, kekerasan psikis (Pasal 7), kekerasan seksual (Pasal 8) dan penelantaran rumah tangga (Pasal 9).

Berbicara mengenai kekerasan fisik, umumnya pelaku tindak KDRT atau pembunuhan di rumah tangga sering menggunakan alat-alat yang ada di dalam rumah untuk melancarkan aksinya.

Berikut deretan benda yang digunakan pelaku melakukan pembunuhan sadis dalam rumah tangga:

1. Palu dan Pipa Besi

Pembunuhan sadis terjadi terhadap RDS (56) pada Jumat (17/9/2021) malam pukul 22.30 WIB di Jalan Emprit Mas Nomor 10 RT 004 RW 007 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Diduga, korban dibunuh oleh SL (56), suami siri korban.

Tak tanggung-tanggung, dalam melancarkan aksinya pelaku menggunakan palu dan pipa besi. Diduga, palu digunakan pelaku untuk memukul kepala korban. Sedangkan pipa besi sebagai sarana pengaburan fakta oleh pelaku agar tidak diketahui warga.

Alhasil korban meninggal dan mengalami pendarahan di batang otaknya akibat pukulan benda tumpul berulang kali. Pelaku pun dikenai Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.

Baca Juga : 4 Kasus Maut KDRT, dari Gara-Gara Harta hingga Wanita Lain

2. Parang

ME (25) asal Pekanbaru, Riau nekat menghabisi istrinya, BS (30). ME menghabisi BS dengan menggunakan senjata tajam berupa parang sepanjang 50 cm. Aksi sadis itu dilakukan ME diduga karena kesal akan diceraikan istrinya. Korban dihabisi di rumahnya di Meranti Pandak.

Kapolsek Rumbai Pesisir, Kompol Maitertika membenarkan pelaku mengayunkan parang sepanjang 50 cm ke arah kepala korban sampai mengenai kepala korban. Parang tersebut menancap di kepala korban sehingga korban langsung tergeletak di atas kasur.

Pelaku kini terjerat Pasal 340 KUHP dan Pasal 44 ayat (3) UU RI No 23 tahun 2004 tentang PKDRT.

3. Tabung Gas

Tabung gas biasa digunakan untuk kebutuhan memasak. Namun, kali ini digunakan untuk menghabisi nyawa seseorang. Pada 27 Oktober 2021 lalu, terdapat kasus pembunuhan di Bekasi. Pelaku menggunakan tabung gas 3 kg untuk menghabisi sang istri.

Korban adalah Novi Safitri (26), ibu rumah tangga di Kampung Keranggan Kulon, RT 05/RW 09, Kelurahan Jati Raden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

Pelaku menghantamkan gas 3 kg ke kepala korban saat korban tertidur bersama anaknya. Korban tewas pada dini hari dalam kondisi luka parah di bagian kepala.

Warga yang mendengar teriakan histeris anak korban langsung menuju TKP dan melaporkan kasus KDRT tersebut kepada kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut.

4. Celurit

Senjata lain yang kerap digunakan dalam aksi pembunuhan dalam kasus KDRT ialah celurit. Seperti pada kasus pembunuhan sadis perempuan bernama Tumirah (51) di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, yang dilakukan oleh suami sirinya MK (61).

MK membunuh Tumirah menggunakan celurit dengan mengibaskannya ke tubuh korban. Akibatnya, terdapat 15 luka bacok pada beberapa bagian tubuh korban dengan kedalaman rata-rata 5 cm. Korban dinyatakan meninggal karena kehabisan darah.

Alasan pelaku melakukan hal keji itu karena korban enggan diajak pindah rumah. Korban justru marah-marah dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada pelaku. Sontak pelaku naik pitam dan melakukan aksi tersebut.

5. Cobek

Alat selanjutnya yakni cobek. Seorang pria berinisial SA di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, tega menganiaya istri sirinya berinisial RE dengan memasukkan cobek ke kemaluan korban. Korban lalu ditelanjangi dan tubuhnya disiram minyak serta sambal.

Kemudian, pelaku menganiaya korban secara sadis. Kepala, muka, dan tubuh korban dipukul berkali-kali. Lehernya diikat dengan tali lalu tubuhnya diseret serta diinjak-injak pelaku.

Kasat Reskrim Banyuasin, AKP M Ikang Adi Putra mengatakan kasus penganiayaan berat ini terjadi di Desa Taja Mulya, Kecamatan Betung, Selasa 1 Juni 2021 sekitar pukul 21.00 WIB. Menurutnya pelaku cemburu karena istri dekat dengan pria lain. (Pratitis Nur Kanariyati/Litbang MPI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini