5 Upacara Pemakaman Termahal di Indonesia, Ada yang Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 01 Desember 2021 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 337 2510306 5-upacara-pemakaman-termahal-di-indonesia-ada-yang-mencapai-ratusan-juta-rupiah-r5me0Ael3w.jpg Upacara Ngaben. (Foto: Instagram/Aniablazejewska)

JAKARTA - Ritual pemakaman menjadi proses akhir untuk mengantarkan seseorang yang telah meninggal dunia ke tempat peristirahatan terakhirnya. Beberapa daerah di Indonesia, masih memegang teguh kepercayaan dan melestarikan budaya adat nenek moyang. Tak tanggung-tanggung, mereka rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar hanya dalam sekali upacara pemakaman.

Berikut 5 upacara pemakaman termahal di Indonesia yang telah dihimpun Litbang MPI.

1. Rambu Solo - Tana Toraja

Rambu Solo merupakan upacara adat kematian yang ada di Suku Toraja. Upacara ini diyakini sebagai penyempurna kematian dan bentuk penghormatan mengantarkan arwah orang yang telah meninggal menuju alam roh.

BACA JUGA: Ngaben Digelar Lagi, "Angin Segar" bagi Pariwisata Bali

Beberapa elemen yang harus dipenuhi dalam Rambu Solo adalah hewan kurban berupa babi atau kerbau. Jenis kerbau yang dikurbankan adalah Tedong Bonga atau kerbau bule/belang (albino). Harga satu kerbau tersebut berkisar 20-50 juta rupiah. Namun ada juga kerbau yang harganya mencapai Rp600 juta.

Tingkatan strata sosial keluarga menjadi tolok ukur jumlah kerbau yang dikurbankan. Sebanyak 8-10 ekor kerbau dan 30-50 ekor babi untuk masyarakat strata sosial menengah, dan 25-45 ekor kerbau untuk kalangan bangsawan.

BACA JUGA: pacara Adat Rambu Solo, Simbol Ritual Pemakaman di Tana Toraja 2.5

2. Ngaben - Bali

Ngaben adalah upacara kremasi mengirim arwah ke kehidupan selanjutnya. Upacara ini masih dipercaya oleh masyarakat Hindu di Bali. Keluarga yang ingin menggelar upacara ini harus merogoh uang puluhan juta guna membayar pembuatan tempat jenazah. Jenazah akan dibakar dalam sebuah patung berbentuk lembu. Tak hanya jenazah dan patung yang dibakar, bunga dan berbagai persembahan lainnya juga turut dibakar dalam upacara Ngaben. Dengan banyaknya sesajen dan pernak-pernik lain yang dibutuhkan dalam upacara Ngaben, tak heran jika keluarga harus mengeluarkan uang banyak.

3. Tiwah – Kalimantan Tengah

Upacara Tiwah atau yang kerap dikenal dengan Tiwah Lale atau Magah Salumpuk Liau Uluh Matei merupakan upacara sakral terbesar dalam Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Upacara ini merupakan prosesi pemindahan tulang-belulang orang yang sudah meninggal dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama sandung. Upacara Tiwah membutuhkan banyak hewan untuk dikorbankan seperti kerbau, sapi, dan babi.

4. Mangkoli Holi – Sumatera Utara

Upacara Mangkoli Holi yang dilakukan oleh masyarakat Batak di Sumatera Utara, hampir mirip dengan upacara Tiwah. Keduanya sama-sama memindahkan tulang-belulang orang yang sudah meninggal. Bedanya, upacara Mangkoli Holi dilakukan oleh sekelompok marga untuk mendirikan makam batu yang biasanya berbentuk monumen sebagai penanda asal muasal leluhur mereka.

Upacara ini diisi dengan pemotongan hewan ternak seperti kerbau untuk menjamu tamu. Selain itu, dalam pelaksanaan upacara ini pun dibutuhkan hewan yang akan dikurbankan. Tidak jarang masyarakat menggunakan kuda sebagai hewan yang dikurbankan. Tak hanya hewan, kain ulos juga diperlukan sebagai harapan agar berkah selalu mengiringi keturunan orang yang meninggal tersebut.

5. Marapu - Sumba

Marapu merupakan agama kepercayaan masyarakat di Pulau Sumba,Nusa Tenggara Timur. Kepercayaan yang memuja leluhur dan nenek moyang ini dianut lebih dari setengah penduduk Pulau Sumba. Mereka memiliki upacara pemakaman yang disebut dengan Upacara Marapu.

Pada upacara ini, warga akan melakukan penyembelihan hewan kurban seperti kerbau dan kuda sebagai persembahan. Masyarakat Sumba meyakini roh nenek moyang mereka ikut menghadiri upacara yang mereka selenggarakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini