Share

KPK Usut Peran Dodi Alex Noerdin dalam Atur Proyek di PUPR Muba

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 01 Desember 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 337 2510220 kpk-usut-peran-dodi-alex-noerdin-dalam-atur-proyek-di-pupr-muba-zv9RoANWFS.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut peran Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) dalam pengaturan proyek dan penentuan komitmen fee pada proyek Dinas PUPR.

Hal tersebut didalami usai tim penyidik memeriksa Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Irfan, dan Staf Ahli Bupati Musi Banyuasin, Badruzzaman.

"Kedua saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait perintah dari tersangka DRA untuk melakukan pengaturan berbagai proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muba disertai dengan penentuan besaran komitmen feenya," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (1/12/2021).

Sebelumnya diketahui, KPK telah menetapkan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di daerahnya. Putra kandung mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin tersebut ditetapkan bersama tiga orang lainnya.

Ketiga orang lainnya tersebut adalah Kadis PUPR Musi Banyuasin, Herman Mayori (HM); Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Eddi Umari (EU); serta Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy (SUH).

Dodi Reza, Herman, dan Eddi ditetapkan sebagai penerima suap. Sementara Suhandy ditetapkan sebagai pemberi suap.

Baca Juga : KPK Geledah Ruang Kerja hingga Rumah Dodi Alex Noerdin, Ini yang Didapat

Dodi Reza diduga telah menerima sejumlah uang suap dari Suhandy melalui Herman Mayori dan Eddi Umari, terkait empat paket pekerjaan infrastruktur di Musi Banyuasin. Adapun, komitmen fee yang dijanjikan oleh Suhandy untuk Dodi Reza terkait empat proyek tersebut, sebesar Rp2,6 miliar.

Suhandy diduga baru menyerahkan uang senilai Rp270 juta sebagai realisasi komitmen fee untuk Dodi Reza kepada Herman Mayori dan Eddi Umari. Namun, uang itu belum sempat diserahkan Herman Mayori dan Eddi Umari kepada Dodi Reza karena keburu ditangkap oleh tim KPK. Uang Rp270 juta itu, merupakan realisasi awal dari komitmen fee sebesar Rp2,6 miliar.

Sementara itu, KPK masih menelusuri asal-usul uang Rp1,5 miliar yang juga turut diamankan saat menangkap Dodi Reza Alex Noerdin dan ajudannya di Jakarta. Uang Rp1,5 miliar itu diduga juga hasil tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan jabatan dan wewenang Dodi Reza Alex Noerdin sebagai Bupati Musi Banyuasin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini