Ketua KPK Bingung Banyak Pejabat yang Ditangkap Tapi Korupsi Masih Tetap Ada

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 01 Desember 2021 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 337 2510116 ketua-kpk-bingung-banyak-pejabat-yang-ditangkap-tapi-korupsi-masih-tetap-ada-Z028WUDoj0.jpg Ketua KPK, Firli Bahuri (foto: tangkapan layar medsos)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengaku sempat bingung ketika pertama kali memimpin lembaga antirasuah. Sebab, saat itu ia melakukan evaluasi dan ditemukan hasil banyak Operasi Tangkap Tangan (OTT), tapi korupsi masih tetap ada. Ia dan empat pimpinan KPK lainnya kemudian mencari strategi jitu untuk kedepannya.

Demikian diungkapkan Firli Bahuri saat membuka seminar nasional bertemakan 'Transformasi Perizinan Berbasis Risiko dalam Perizinan Tambang' yang disiarkan secara langsung melalui akun YouTube milik KPK RI, Rabu (1/12/2021).

"KPK betul-betul konsentrasi untuk pemberantasan korupsi. Sampai-sampai saya dan pimpinan lain, begitu Kami dilantik, kami susun, kami lakukan evaluasi, penangkapan sudah banyak, OTT ada, tapi korupsi masih ada terus, kalau begitu dimana yang harus kita lakukan?," kata Firli.

Baca juga:  KPK Terima 7 Ribu Laporan Gratifikasi Senilai Rp171 Miliar

Firli Bahuri dan empat pimpinan KPK lai. Kemudian merumuskan tiga strategi untuk melakukan pemberantasan korupsi. Tiga strategi tersebut yakni, melalui upaya pendidikan masyarakat, pencegahan, dan penindakan.

"Termasuk kegiatan hari ini, ini adalah upaya pendidikan masyarakat dan pencegahan tindak pidana korupsi. Kenapa kalimat melakukan pendidikan masyarakat menjadi penting? Karena satu landasannya ada satu, kita ingin ikut mencerdaskan kehidupan bangsa," bebernya.

Baca juga:  Perintah Pejabat Pajak Angin Prayitno untuk Kumpulkan Fee Terbongkar di Persidangan

Menurut Firli, pendidikan masyarakat penting untuk pemberantasan korupsi. Di mana, ada nilai-nilai yang harus ditanamkan untuk kemudian membangun karakter-karakter budaya antikorupsi.

"Dengan karakter tadi maka akan timbul budaya antikorupsi. Budaya antikorupsi akan berubah menjadi peradaban antikorupsi. Jadi kita ingin mengubah bagaimana sikap perilaku sehingga orang tidak ingin melakukan korupsi. Itu pencegahan," ungkap Firli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini