Jelang Libur Nataru, Kemenkes: Rem Darurat Akan Dilakukan jika Aktivitas Warga Meningkat

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 01 Desember 2021 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 337 2510093 jelang-libur-nataru-kemenkes-rem-darurat-akan-dilakukan-jika-aktivitas-warga-meningkat-gCEXn68ev8.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menegaskan, pemerintah terus mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 akibat libur Natal dan Tahun Baru 2022 mendatang.

“Kita ingat-ingat dulu deh, karena kita ini akan ada liburan Nataru yang kemudian kita tidak boleh euforia, tidak boleh kemudian menjadi lengah dalam hal protokol kesehatannya. Walaupun kondisi sudah sangat baik. Dan kami berharap bahwa semua mematuhi mengenai pelaksanaan PPKM level 3 ini,” ungkap Nadia dikutip dari dialog KPC PEN, Rabu (1/12/2021).

Baca juga:  Polisi Bakal Buat Jalanan Ibukota Sepi saat Libur Nataru

Nadia juga menegaskan, pemerintah akan menjaga agar mobilitas masyarakat tidak lebih dari 10%. Pasalnya, dari pembelajaran gelombang pertama dan kedua jika mobilitas lebih 10% maka akan terjadi lonjakan kasus Covid-19.

“Nah kita jaga jangan sampai lonjakan kasus atau mobilitas terjadi lebih dari 10 persen, karena kita sudah melihat bahwa polanya kalau kemudian mobilitas itu menyentuh angka 10 persen, maka yang terjadi adalah munculnya puncak kasus. Artinya terjadi peningkatan kasus yang perlahan-lahan yang seperti kita hadapi pada gelombang pertama dan kedua,” tegas Nadia.

 Baca juga: Jelang Libur Nataru, Polda Metro Jaya Tingkatkan Kemampuan Patroli Malam Hari

Oleh karena itu, Nadia mengatakan jika peningkatan mobilitas terjadi diatas 5% maka harus dilakukan rem darurat.

“Sehingga yang pertama selalu kita pasti kan pembandingnya ini adalah sebelum masa pandemi, kemudian kita memberikan ruang sekitar 5 persen untuk peningkatan mobilitas. Tapi kalau sudah menyentuh di atas 5 persen harus kita lakukan rem darurat lagi,” katanya.

Apalagi, kata Nadia, saat ini hanya 3 provinsi yang berada di level 3 PPKM dan sebagian besar di level 2 dan 1 sehingga berpotensi peningkatan mobilitas masyarakat.

“Situasi kita saat ini hanya 3 provinsi pada level 3, sebagian besar di level 2, dan makin banyak yang masuk level 1. Tapi artinya dengan semakin rendahnya level yang dialami oleh provinsi-provinsi tadi, pasti aktivitas dan mobilitas masyarakat meningkat,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini