Share

Menag Sebut Omicron Perlu Dikhawatirkan, tapi Tak Perlu Berlebihan

Widya Michella, MNC Media · Rabu 01 Desember 2021 08:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 337 2510019 menag-sebut-omicron-perlu-dikhawatirkan-tapi-tak-perlu-berlebihan-c0aOoUWBuF.jpg Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. (Foto : Kemenag.go.id)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyebut masyarakat Indonesia perlu khawatir terhadap varian baru Covid-19 yakni Omicron. Meski begitu, menurutnya masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap virus tersebut.

"Omicron ini cucu dari virus Covid-19 yang menurut data yang saya punya ini memang perlu dikhawatirkan tetapi tidak perlu berlebihan," ucap Menag dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (30/11/2021).

Berdasarkan data yang diterimanya dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Omicron memiliki kombinasi mutasi berbahaya yang dimiliki variant of concern (varian yang perlu diwaspadai) lainnya. Artinya, masing-masing memiliki varian berbahaya menyatu dalam omicron. Menurutnya, hal ini masih dalam perkiraan.

Kemudian omicron juga memiliki potensi atau kemungkinan penularan tinggi dan penurunan efektivitas respons imun antibodi yang sebelumnya terbentuk dari infeksi maupun vaksinasi. Sehingga antibodi yang sudah dibentuk karena terdampak Covid-19 atau vaksin dapat terhindar oleh jenis virus omicron.

Baca Juga : Menag: Saudi Hapus Syarat Booster untuk Jamaah Umrah Indonesia

"Tapi tidak ada bukti keparahan yang tinggi dibanding dengan varian of concern lainnya. Jadi dia menyebarnya lebih cepat tetapi tingkat keparahannya mild, jadi tidak terlalu kuat," ujar dia.

Ia pun menanggapi adanya kenaikan virus omicron sebanyak 500% di Afrika. Menurutnya kenaikan tersebut lantaran masih minimnya jumlah vaksinasi di negara tersebut.

"Karena memang secara umum benua Afrika baru tiga setengah persen yang divaksin jadi sangat jauh dibanding kita yang sudah 70%. Jadi, saya kira kita perlu waspada tetapi tidak perlu khawatir terlalu berlebihan, pemerintah Indonesia terus antisipasi ini,"kata dia.

"Jadi sekali lagi omicron ini kita waspadai tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Insya Allah kita semua selamat selama kita menjaga protokol dengan baik," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini