Perintah Pejabat Pajak Angin Prayitno untuk Kumpulkan Fee Terbongkar di Persidangan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 01 Desember 2021 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 337 2509951 perintah-pejabat-pajak-angin-prayitno-untuk-kumpulkan-fee-terbongkar-di-persidangan-r7w3pqOczm.jpg Angin Prayitno (Foto: Raka Dwi)

JAKARTA - Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pensiunan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Yudi Sutiana dibongkar Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). BAP dibongkar jaksa saat Yudi Sutiana bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap terdakwa mantan pejabat pajak, Angin Prayitno Aji.

Terungkap adanya perintah terdakwa mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji untuk mencari atau mengumpulkan fee dari pemeriksaan pajak para wajib pajak. Di mana, Angin diduga memerintahkan Yudi mencari fee dari pemeriksaan pajak tersebut.

"Di BAP saudara, Pak Angin bilang : 'Ya enggak bisa gitu lah.' Saya menangkap maksud pertanyaan Pak Angin ini apakah ada uang dari para wajib pajak. Karena yang dimaksud laporan dari wajib pajak tentunya setiap hari pasti ada dan beliau tentunya sudah paham," beber jaksa KPK saat membacakan BAP Yudi di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga:  Kembangkan Kasus Nurdin Abdullah, KPK Tunggu Salinan Putusan Hakim

Yudi gugup saat mendengarkan BAPnya dibacakan oleh tim jaksa KPK. Ia tak mengklarifikasi dengan jelas soal BAP yang dibacakan jaksa tersebut. "Mohon maaf, pak, saya jadi, kalau itu sebetulnya enggak ada pak. Kalau saya tadi itu pak, setelah saya jawab, enggak ada kelanjutannya lagi," sahut Yudi.

Jaksa lantas mengonfirmasi pertemuan lainnya antara Yudi dengan Angin yang diduga membahas fee perpajakan. Dalam kesempatan ini, Yudi menjelaskan bahwa pertemuan dengan Angin Prayitno terjadi ketika rombongan Ditjen Pajak Pusat bertandang ke Kantor Wilayah Jawa Barat 1.

"Oh iya. Beliau (Angin) pas jalan bilang sama saya, saya sudah kumpulkan tuh supervisor, saya kasih tahu, saya bilangin. Tapi, ya sudah saya enggak merespons," papar Yudi.

"Saya bilangin terkait apa?" tanya jaksa.

"Enggak tahu, Pak," jawabnya.

Baca Juga:  Korupsi Pengadaan Lahan SMKN 7 Tangsel, KPK Panggil 1 Saksi

"Enggak, ini saudara dari tadi mengelak terus, BAP saudara jelas, saya bacakan lagi. Di saat jalan pagi saya diajak berbincang sama Pak Angin dan dikatakan: "Gua sudah ngomong ke semua supervisor di P2 agar laporan jangan kosongan." Ada penyampaian seperti itu?" tanya jaksa menegaskan.

Yudi pun tampak gugup dan membenarkan BAPnya tersebut. "Iya ada, Pak," jawab Yudi.

Dalam BAP Yudi, terungkap bahwa keinginan Angin untuk mencari fee terkait pemeriksaan perpajakan wajib pajak akhirnya terlaksana. Namun, dalam sidang ini, Yudi mengoreksi hal tersebut.

"Itu kalau soal terlaksana, saya enggak itu, Pak. Mohon maaf. Saya salah itu. Kalau terlaksana atau tidak terlaksana saya tidak tahu," pungkasnya

Dalam surat dakwaan disebutkan bahwa setelah menjabat sebagai Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Ditjen Pajak Pajak, Angin diduga membuat kebijakan untuk mendapatkan keuntungan dari pemeriksaan kepada wajib pajak.

Angin memberitahukan kepada para Supervisor Tim Pemeriksa Pajak agar pada saat melaporkan hasil pemeriksaan sekaligus melaporkan fee untuk pejabat struktural (Direktur dan Kasubdit), serta untuk jatah Tim Pemeriksa Pajak.

Pembagiannya adalah 50 persen untuk pejabat struktural yang terdiri atas Direktur dan Kasubdit. Sedangkan 50 persen untuk jatah tim pemeriksa.

Sekadar informasi, Angin Prayitno Aji dan juga mantan Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani didakwa menerima suap sebesar Rp15 miliar dan 4 juta dolar Singapura atau setara Rp42 miliar dari tiga perusahaan besar.

Jika dikalkulasikan, total suap yang diduga diterima dua mantan pejabat pajak tersebut sekira Rp57 miliar. Uang dugaan suap Rp57 miliar tersebut diduga berkaitan dengan pengurusan pajak PT Jhonlin Baratama (JB); PT Bank PAN Indonesia (PANIN); serta PT Gunung Madu Plantations (GMP).

Keduanya diduga menerima suap bersama-sama dengan tim pemeriksa pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak. Mereka yang didakwa turut serta menerima suap yakni, Wawan Ridwan; Alfred Simanjuntak; Yulmanizar; dan Febrian. Mereka diduga mereka telah merekayasa hasil penghitungan pajak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini