KPK Terima 7 Ribu Laporan Gratifikasi Senilai Rp171 Miliar

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 30 November 2021 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 337 2509867 kpk-terima-7-ribu-laporan-gratifikasi-senilai-rp171-miliar-7SrXaceklY.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, pihaknya telah menerima 7.709 laporan gratifikasi senilai Rp171 miliar. Laporan tersebut diterima KPK sejak Januari 2015 sampai September 2021.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam webinar 'Pengendalian Gratifikasi: Mencabut Akar Korupsi' di YouTube KPK pada Selasa (30/11).

Baca juga:  Wamenkumham Ingatkan Pejabat: Voucher hingga Tiket Pesawat Bisa Jadi Gratifikasi

"Ini yang perlu kami sampaikan statistik laporan gratifikasi yang apa yang masuk itu ada 7.709, yang kemudian kami tetapkan menjadi milik negara itu 6.310. Sementara nilainya kalau di uangkan ada Rp171 miliar," ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam diskusi daring, Selasa (30/11/2021).

Ghufron menyebut, bahwa banyaknya laporan gratifikasi yang diterima pihaknya tidak menjamin Indonesia terbebas dari korupsi. Karena yang sering kali gratifikasi yang dilaporkan berskala kecil.

 Baca juga: Wamenkumham: Jadikan Presiden Jokowi Contoh Pejabat Publik Antigratifikasi

"Sudah banyak dilaporkan tetapi yang dilaporkan yang kecil-kecil, ternyata yang besar tidak dilaporkan. Ini juga menjadi fenomena dan mudah-mudahan sekali lagi gratifikasi harus menjadi kesadaran bahwa setiap penyelenggara negara harus bebas menerima sesuatu dalam memberikan layanan publiknya," jelas Ghufron.

Ghufron meminta kepada penyelenggara negara agar sadar diri untuk melaporkan gratifikasi ke KPK baik dal jumlah besar ataupun kecil.

"Tujuan kita melaporkan gratifikasi agar penyelenggara negara itu objektif kepada siapapun, tidak berbasis pada pemberiannya, sehingga diharapkan tidak ada deal-deal untuk melaksanakan atau melanggar kewajiban ataupun melakukan sesuatu yang ataupun tidak melanggar kewajibannya itu perlu di perlu dihindari," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini