Share

5 Fakta Perpanjangan PPKM Jelang Natal dan Tahun Baru, Jakarta Naik ke Level 2

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 30 November 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 337 2509700 5-fakta-perpanjangan-ppkm-jelang-natal-dan-tahun-baru-jakarta-naik-ke-level-2-MSKE3D3lmP.jpg Penerapan prokes di masyarakat. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan sejumlah daerah akan mengalami kenaikan PPKM. Salah satu daerah yang naik level adalah DKI Jakarta. Aturan ini berlaku dari 30 November hingga 13 Desember 2021.

Terdapat sejumlah fakta dan aturan baru mengenai aturan ini yang sudah dirangkum sebagai berikut:

1. Berdasarkan Asesmen WHO

Luhut mengatakan, berdasarkan hasil asesmen per 27 November 2021, terdapat penambahan 23 kabupaten/kota yang masuk ke dalam PPKM level 2 dan sebanyak 8 Kabupaten Kota yang masuk ke dalam level 1.

"Berdasarkan asesmen dari World Health Organization (WHO), 10 kabupaten/kota yang kembali ke level 2 di antaranya berada di wilayah Jabodetabek yang terjadi akibat turunnya angka tracing (penapisan) anggota aglomerasi di wilayah Jabodetabek," ujarnya dikutip melalui keterangan tertulis, Senin (29/11/2021).

2. Kasus Covid-19 Stabil

Luhut melanjutkan, berdasarkan hasil evaluasi, sejumlah daerah mengalami penurunan ke PPKM Level 2 dari sebelumnya level 1. Dirinya mengatakan penerapan PPKM di Jawa-Bali menunjukkan tren yang cukup stabil.

Baca juga: Jakarta Naik PPKM Level 2, Perkantoran WFH Lagi?

Hal ini dibuktikan dengan jumlah kasus Covid yang terus terjaga pada tingkat cukup rendah. Kasus konfirmasi terus ditekan dan penurunannya ada di angka 99 persen sejak puncak kasus Juli 2021 lalu.

Walaupun tren Covid-19 di Jawa-Bali cenderung stabil, Luhut berujar saat ini terjadi peningkatan nilai Rt (penambahan kasus aktif nasional), khususnya di Jawa-Bali, peningkatannya terjadi 4 hingga 5 hari berturut-turut pada periode awal munculnya varian delta.

3. Potensi Peningkatan saat Nataru

Berdasarkan hasil survey Google Mobility Jawa-Bali dan Indeks Belanja Masyarakat menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat sudah cukup signifikan dibandingkan data pada periode Nataru 2020 dan mendekati periode Libur Idul Fitri 2021.

"Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap indikasi adanya kenaikan kasus dan mobilitas, terutama menghadapi periode Nataru supaya tidak terulang pembatasan sosial yang ketat," pungkas Luhut.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

4. Peraturan Mal

Adapun sejumlah peraturan yang wajib diterapkan baik pengunjung maupun pegawai mal, yaitu:

1) Anak usia di bawah 12 (dua belas) tahun diperbolehkan masuk dengan syarat didampingi orang tua;

2) Tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan/ mall/ pusat perdagangan dibuka dengan syarat orang tua harus mencatatkan alamat dan nomor telepon untuk kebutuhan tracing;

3) Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi terhadap semua pengunjung dan pegawai.

5. Aturan Bioskop

Bioskop sendiri juga masih diizinkan beroperasi dengan catatan mengikuti aturan di bawah ini:

1) Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai;

2) Kapasitas maksimal 70% dan hanya pengunjung dengan kategori Hijau dan Kuning dalam PeduliLindungi yang boleh masuk;

3) Anak usia di bawah 12 tahun diizinkan masuk dengan syarat didampingi orang tua;

4) Restoran/ rumah makan dan kafe di dalam area bioskop diizinkan menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dan waktu makan maksimal 60 menit;

5) Mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini