Blak-blakan soal Penurunan Baliho Habib Rizieq, Jenderal Dudung: Mendidih Darah Saya!

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 30 November 2021 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 337 2509592 blak-blakan-soal-penurunan-baliho-habib-rizieq-jenderal-dudung-mendidih-darah-saya-anUfMVwcSa.jpg Prajurit TNI turunkan baliho Habib Rizieq/ MPI

JAKARTA - Nama Jenderal Dudung Abdurachman kian melambung pasca dilantik menjadi Kepala Satuan Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Andika Perkasa, yang sekarang menjadi Panglima TNI.

(Baca juga: Kisah Panglima TNI Berkalung Alquran yang Kebal Diberondong Peluru)

Sebelumnya Dudung mendapat sorotan saat menjadi Pangdam Jaya setelah memerintahkan jajarannya untuk menurunkan sejumlah baliho milik Front Pembela Islam (FPI).

Lewat podcast Deddy Corbuzier, Selasa (30/11/2021), Dudung mengenang kisahnya saat itu ketika menurunkan baliho-baliho FPI tersebut.

Hal ini bermula dari Dudung yang baru saja memasuki area Kodam Jaya. Dirinya melihat baliho-baliho bergelimpangan.

(Baca juga: Sidang Pembunuhan 6 Laskar FPI, 2 Polisi Terdakwa Berikan Kesaksian)

"Saya baru masuk ke Kodam Jaya, udah ngelihat banyak baliho bergelimpangan. Isinya ya seruan untuk jihad lah, yang berbau agama lah. Itu baliho juga disembah-sembah," ungkapnya ke Deddy Corbuzier.

Setelahnya, Dudung mempelajari video-video milik Pemimpin FPI, Rizieq Shihab. Dirinya mengaku emosi mendengar perkataan Rizieq Shihab terhadap pemerintah.

"Saya pelajari video dari Rizieq Shihab. Mendidih darah saya melihat penghinaan itu. Nama presiden kita diganti-ganti jadi yang aneh-aneh," tuturnya.

Dudung lantas bergerak untuk menertibkan baliho-baliho tersebut. Bekerja sama dengan Polisi, Pol-PP, serta TNI dan surat dari Walikota, Dudung menurunkan baliho-baliho milik FPI ini.

"Ada 338 baliho totalnya. Dan mereka (FPI) datang jam 11 malam, minta semuanya itu dipasang lagi. Gendeng," tegas Dudung.

Menurutnya, anggota-anggota FPI datang ke kepolisian membawa parang dan meminta untuk mengembalikan baliho mereka dan dipasang kembali. Dia melanjutkan, Polisi dan Pol-PP sudah ketakutan dengan ancaman ini.

"Makin mendidih darah saya. Saya bilang kalian siapa. Dan saya mikir, negara harus hadir. Nggak bisa didiamkan terus-terusan, kalau nggak bisa bahaya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini