BMKG: Indonesia Terancam Iklim Buruk!

Erfan Maaruf, iNews · Selasa 30 November 2021 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 337 2509561 bmkg-indonesia-terancam-iklim-buruk-ctV9ss2ZHv.jpg Indonesia terancam iklim buruk/ Okezone

JAKARTA- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, saat ini isu perubahan iklim masih belum menjadi perhatian masyarakat di Indonesia. Meningkatkan kesadaran akan perubahan iklim pada generasi muda merupakan satu hal penting yang harus dilakukan.

(Baca juga: Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Jakarta, BMKG: Jika Melihatnya Segera Berlindung dan Jauhi)

Plt Deputi Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Urip Haryoko mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang akan terdampak pada perubahan iklim buruk. Dia menilai dengan ancaman tersebut seharusnya pemuda menjadi agen perubahan pada masyarakat.

(Baca juga: BMKG: Bibit Siklon 94W Dapat Berdampak Tidak Langsung terhadap Cuaca di Indonesia)

"Untuk itu, mainstreaming isu perubahan iklim pada generasi muda adalah satu hal yang penting. Generasi muda jadi agents of change penggerak di masa depan," kata Urip dalam webinar bertajuk Literasi dan Aksi Iklim Generasi Muda Religius Lintas Agama dan Tanggap Bencana Hidrometeorologi Dampak La Nina 2021, Selasa (30/11/2021).

Dia menilai bahwa diproyeksi Indonesia menjadi salah satu negara yang akan terlebih dahulu mengalami dampak perubahan iklim di masa depan dibandingkan dengan negara-negara lain.

Hal ini terlihat dari adanya cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan suhu terpanas pada 2020 lalu dan adanya fenomena la nina berbarengan dengan musim penghujan yang telah terjadi sejak 2021 lalu.

Namun, di tengah perburukan-perburukan tersebut, kesadaran masyarakat Indonesia akan perubahan iklim masih tergolong rendah. Isu perubahan iklim masih kalah dengan isu ekonomi politik yang saat ini berkembang.

"Isu perubahan iklim di Indonesia belum menjadi perhatian signifikan. Hal itu disebabkan karena rumitnya isu perubahan iklim, kurangnya penyampaian yang efektif dan rendahnya literasi indonesia menjadikan isu perubahan iklim tenggelam dalam diskusi sosial dengan minimnya aksi nyata masyarakat untuk menanggapi aksi perubahan iklim," jelasnya.

Urip melanjutkan, bahwa mencermati fenomena cuaca dan iklim dengan segala potensi keberkahan dan ancaman bahaya yang ditimbulkannya merupakan bagian dari tadabbur dan tafakur alam.

"Ini diharapkan dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman dari kelompok masyarakat berbasis agama serta tak lupa dari kelompok pemuda terkait dengan upaya yang telah ditetapkan sebagai aksi nyata dalam merespon bahwa dampak perubahan iklim telah terjadi dalam kehidupan kita," pungkas dia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini