Saat Jenderal Baret Merah Bertaruh Nyawa Bubarkan Bentrok Berdarah Kopassus dengan Marinir

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 30 November 2021 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 337 2509511 saat-jenderal-baret-merah-bertaruh-nyawa-bubarkan-bentrok-berdarah-kopassus-dengan-marinir-xe0wNiGawd.jpg Jenderal Benny Moerdani/ medsos

JAKARTA – Peristiwa bentrokan Kopassus dengan Brimob di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72, di depan Mess Hall, Timika, Papua telah diselesaikan keduabelah pihak. Kesalahpahaman tersebut berawal dari enam personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72 yang sedang berjualan rokok.

(Baca juga: Kisah Panglima TNI Berkalung Alquran yang Kebal Diberondong Peluru)

Kejadian prajurit TNI terlibat bentrok dengan sesama aparat, bukan kali ini saja. Jauh sebelumnya juga pernah terjadi. Bahkan, Jenderal Leonardus Benyamin Moerdani, atau yang dikenal Benny Moerdani ikut turun tangan memisahkan bentrokan dua prajurit elite.

Mengutip buku Benny Tragedi Seorang Loyalis karya Julius Pour, Selasa (30/11/2021) Jenderal baret merah ini seorang diri membubarkan perkelahian antara Kopassus melawan Marinir TNI Angkatan Laut.

Perkelahian ini bermula dari ejek-ejekan antara Kopassus, saat itu masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dan Marinir yang terjadi pasca latihan di Lapangan Benteng Jakarta Pusat.

(Baca juga: Kisah Pedih Hendropriyono Bertempur dengan Anak Didiknya di Belantara Borneo)

Namun, kejadian menjadi lebih serius dan berujung kepada perkelahian. Anggota RPKAD yang kalah jumlah memanggil rekannya di Cijantung, karena KKO dekat dengan asramanya di Kwini.

Benny Moerdani, yang saat itu baru selesai bermain tennis, tidak tertarik dengan perkelahian tersebut. Tetapi, seorang bawahannya memanggil Benny dan memberi tahu bahwa anak buahnya semua sudah keluar.

Pak anak-anak semua keluar," teriak bawahannya yang saat itu menjadi petugas piket di pintu depan.

Benny dengan cepat memutar balik mobilnya untuk mengikuti rombongan konvoi truk tersebut. Sesampainya di Kramat Raya, Benny bertanya kepada orang yang berada di pinggir jalan.

"Wah kacau Pak, RPKAD gontok-gontokan dengan KKO," ujar orang-orang yang berkerumun di pinggir jalan.

Saat itu, Benny menemukan seorang bawahannya yang masuk RSPAD, dan bergegas mengikutinya. Di rumah sakit, Benny bertemu Kapten dr Ben Mboi, mantan anak buahnya Pasukan Naga saat operasi di Irian.

"Saya tengok ke ruang perawatan. Kira-kira ada tiga RPKAD dan sepuluh KKO nggeletak terbaring berlumuran darah, dikerumuni para petugas kesehatan," ungkap Benny.

Kapten dr Ben Mboi memaparkan seperti apa situasi perkelahian yang terjadi antara Kopassus dan KKO. Setelah mendengar penjelasannya, Benny kembali bergegas menuju lokasi perkelahian.

Di lokasi, Benny bertemu Mayor KKO Saminu, Komandan Batalyon II Resimen Tjakrabirawa, yang merupakan teman Benny sejak remaja dan sama-sama asal Solo.

"Piye iki Ben, kok malah dadi ngene kabeh," keluh Saminu.

"Sudahlah, jaga pasukanmu, jangan keluar asrama. Saya akan tertibkan anak-anak yang di sana. Kalau kamu diserang, silahkan saja, mau tembak atau apa, terserah. Tapi saya minta jangan ada anggotamu keluar asrama," kata Benny.

Tetapi, beredar rumor bahwa Benny ditangkap oleh KKO. Lantas ini memicu amarah RPKAD dan langsung menyerang pasukan KKO tanpa berpikir panjang.

Benny muncul dan langsung membubarkan anak-anak buahnya yang sedang berkelahi itu. "Sudah-sudah. Pulang kalian semua," teriak Benny.

Sejumlah masyarakat dan anggota KKO merasa janggal melihat orang berpakaian baju tennis bisa membubarkan perkelahian. Mereka baru sadar kalau orang tersebut merupakan petinggi RPKAD.

Insiden tersebut berakhir damai dan kedua pasukan elite yang bertikai diundang malam keakraban di Gedung Bulutangkis Senayan.

"Baru malam itu untuk pertama kalinya saya nonton dagelan Bagio dan kawan-kawannya," kenang Benny.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini